Sabtu, 14 November 2015



KELOMPOK II
SEJARAH ISLAM MASA NABI MUHAMMAD
(FASE MAKKAH DAN MADINAH)

Oleh:
1.        Dendy  Mahenra Qumala                       15410165
   2.     Naila Shofia                                                 15410166
3.        Siti Vika Durrotul A.                                 15410167
4.        Safira Elfany                                                15410168

Kelas E
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM
MALANG 2015-2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan semesta alam .Sholawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan pengikutnya yang setia.
Alhamdulilah wa syukurillah bahwa berkat rahmat dan anugrah-Nya makalah berjudul Sejarah Islam Masa Nabi Muhammad (Fase Makkah dan Madinah) dapat di selesaikan.
Sejarah Islam masa Nabi Muhammad (Fase makkah dan madinah) sejak zamannya hingga sekarang atau yang akan datang semoga terus di kenang . Demikian pula dengan peradaban islam  yang senantiasa akan berlangsung di belahan dunia islam.
Selanjutnya, pada kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada H.Aris Juana Yusuf Lc.MA , Dosen mata kuliah Sejarah Peradaban Islam  atas tugas yang sangat membangun dan memotivasi kami, agar lebih mencintai Nabi Muhammad SWA dan lebih menghargai bagaimana perjuangan Kekasih Allah atas segala pengorbanan , kringat dan darah yang mengalir karna masa ini.
Tidak lupa kami haturkan terima kasih yang tiada terhingga kepada teman-teman atas doa dan motivasinya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat menjadi amal baik bagi kami , dan bermanfaat bagi para pecinta Nabi Muhammad serta para pembaca dan peminat di bidang sejarah islam pada umumnya.

            Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad



KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I................................................................................................................................... 3
 Latar belakang..................................................................................................................... 3
Rumusan Masalah................................................................................................................ 3
Tujuan Masalah.................................................................................................................... 3
BAB II.................................................................................................................................. 4
Kehidupan , Dakwah dan Perjuangan Rasulullah................................................................. 4
Perjuangan Sulit dan Melelahkan Fase Makkah.................................................................... 11
Pembentukan Negara Islam di Madinah............................................................................... 13
Peperangan Penting Masa Nabi............................................................................................. 19
BAB III................................................................................................................................ 23
Penutup ...............................................................................................................................   23
Daftar Pustaka......................................................................................................................   24










BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar belakang
Sejak awal, perkembangan islam tumbuh dalam pergumulan dengan pemikiran dan peradaban umat manusia yang dilewatinya, karena terlibat dalam proses drasetika yang didalamnya terjadi pengambilan dan pemberian cikal bakal pertumbuhan dan pembentukan peradaban islam dibangun dengan menjadikan agama islam sebagai dasar pembentukannya.
Persoalan yang tak kalah seriusnya yaitu moral masyarakat jahiliyah yang pada saat itu masih buta akan sebuah kebenaran. Melihat realitas peradaban Islam sebelumnya sudah mengenal kehidupan politik, sosial, ekonomi, bahasa, dan seni tapi semua itu masih sangat sederhana dan sangat ironis.Akan tetapi setelah Islam datang yang merupakan Rohmatal lil ‘Alamin (Rohmat bagi seluruh alam).Dan kehidupan umat pun makin terarah.

I.2. Rumusan Masalah
1.      Bagaimana riwayat hidup nabi Muhammad?
2.      Bagaimana dakwah dan perjuangan nabi fase Makkah?
3.      Bagaimana pembentukan negara islam di Madinah?
4.      Apa saja peperangan umat islam pada masa nabi Muhammad?

I.3. Tujuan Pembahasan
1.     Mahasiswa dan mahasiswi mengetahui riwayat nabi Muhammad.
2.      Mahasiswa dan mahasiswi mengetahui dakwah dan perjuangan nabi Muhammad fase makkah
3.    Mahasiswa dan mahasiswi mengetahui cara pembentukan negara islam di Madinah (politik, ekinomi, budaya, dan militer).
4.     Mahasiswa dan mahasiswi mengetahui peperangan penting umat islam yang terjadi pada masa nabi Muhammad.




BAB II
PEMBAHASAN
II.1. Kehidupan, Dakwah dan Perjuangan Rasulullah SAW
Riwayat hidup Nabi Muhammad
Kondisi bangsa Arab sebelum kedatangan Ialam, terutama di sekitar makkah masish diwarnai dengan penyembahan berhala sebagai Tuhan. Selain menyambah berhala ada pula yang menyembah agama masehi (Nasrani), dan yahudi. Demikianlah keadaan bangsa arab sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW yang membawa Islam di tengah-tengah mereka. Bangsa arab juga dikenal suka berperang. Peperangan antarsuku tidak pernah berhenti, saling berebut kekuasaan dan pengaruh merupakan kepahlawana yang dibanggakan. Namun di balik semua itu, bangsa arab sejak dahulu memiliki sifat kesatria, setia kepada kawan, dan menepati janji. Bangsa arab suka menghormati tamu dan member suaka kepada siapapun yang meminta perlindungan ke rumah mereka..
Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 12 Rabiul Awwal atau 20 April 571
Setelah Aminah meninggal, Abdul Muthalib mengambil alih tanggung jawab merawat Muhammad. Namun dua tahu  kemudian Abdul Muthalib meninggal dunia. Tanggung jawab selanjutnya beralih kepada pamannya Abu Thalib. Seperti juga Abdul Muthalib, sang paman sangat disegani dan dihormati orang Quraisy dan pendduk makkah secara keseluruhan, tetapi dia miskin. Dalam usia muda, Muhammad hidup sebagai pengembala kambing keluarganya dan kambing penduduk makkah. Melalui kegiatan pengembala ini, dia menemukan tempat untuk berpikir dan merenung. Dalam suasana demikian, dia ingin melihat sesuatu dibalik semuanya. Pemikiran dan perenungan ini membuatnya jauh dari segala pemikiran nafsu duniawi, sehingga ia terhindar dari berbagai macam noda yang dapat merusak namanya. Oleh karena itu, sejak muda i sudah dijuluki al-amien.
Kemudian nabi Muhammad melakukan perjalanan (usaha) untuk pertama kali dalam khafilah dagang ke Siria (Syam) dalam usia 12 tahun. Khafilah itu di pimpin oleh Abu Thalib. Dalam perjalanan ini di Bushra, sebelah selatan Siria ia bertemu dengan pendeta risten bernama Buhairah. Pendeta ini melihat tanda-tanda kenabian pada Muhammad sesuai dengan petunjuk cerita-cerita kristen.
Ketika Nabi Muhammad berusia 25 tahun, ia berangkat ke Syria membawa barang dagangan seorang saudagar wanita kaya raya yang telah lama menjanda, Khadijah. Dalam perdagangan ini, Muhammad memperoleh laba yang besar. Khadijah kemudian melamarnya. Dan lamaran itu di terima oleh Nabi Muhammad. Ketika itu Nabi Muhammad berusia 25 tahun dan khadijah 40 tahun. Siti Khadijah adalah wanita pertama yang masuk islam dan banyak membantu Nabi dalam perjuangan menyebarkan islam.
Dakwah Rasulullah SAW dan Perjuangan Fase Mekkah.
Ø  Dakwah di Mekkah
Objek dakwah Rasulullah SAW pada awal kenabian adalah masyarakat Arab Jahiliyah, atau masyarakat yang masih beradadalam kebodohan.Dalam bidang agama, umumnya masyarakatArab waktu itu sudah menyimpang jauh dari ajaran agama tauhid,yang telah diajarkan oleh para rasul terdahulu, seperti Nabi Adam as.Mereka umumnya beragama watsani atau agama penyembah berhala. Berhala-berhala yang mereka puja itu mereka letakkan diKa’bah ( Baitullah = rumah Allah SWT). Di antara berhala-berhala yang termahsyur bernama: Ma’abi, Hubai, Khuza’ah, Lata, Uzzadan Manar. Selain itu ada pula sebagian masyarakat Arab Jahiliyah yang menyembah malaikat dan bintang yang dilakukan kaum Sabi’in
1. Pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul
Pengangkatan Muhammad sebagai nabi atau rasul Allah SWT,terjadi pada tanggal 17 Ramadan, 13 tahun sebelum hijrah (610 M) tatkala beliau sedang bertahannus di Gua Hira, waktu itu beliaugenap berusia 40 tahun. Gua Hira terletak di Jabal Nur, beberapa kilo meter sebelah utara kota Mekah. Nabi Muhamad diangkat Allah SWT, sebagai nabi atau rasul-Nya ditandai dengan turunnya Malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu yang pertama kali yakni Al-Qur’an Surah Al-Alaq, 96: 1-5.
ù&tø%$# ÉOó$$Î/ y7În/u Ï%©!$# t,n=y{ ÇÊÈ   t,n=y{ z`»|¡SM}$# ô`ÏB @,n=tã ÇËÈ   ù&tø%$# y7š/uur ãPtø.F{$# ÇÌÈ   Ï%©!$# zO¯=tæ ÉOn=s)ø9$$Î/ ÇÍÈ   zO¯=tæ z`»|¡SM}$# $tB óOs9 ÷Ls>÷ètƒ ÇÎÈ  
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

[1589] Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.

Turunnya ayat Al-Qur’an pertama tersebut, dalam sejarah Islam dinamakan Nuzul Al-Qur’an.Menurut sebagian ulama, setelah turun wahyu pertama (Q.S. Al-Alaq: 1-5) turun pula Surah Al-Mudassir: 1-7,
$pkšr'¯»tƒ ãÏoO£ßJø9$# ÇÊÈ   óOè% öÉRr'sù ÇËÈ   y7­/uur ÷ŽÉi9s3sù ÇÌÈ   y7t/$uÏOur öÎdgsÜsù ÇÍÈ   tô_9$#ur öàf÷d$$sù ÇÎÈ   Ÿwur `ãYôJs? çŽÏYõ3tGó¡n@ ÇÏÈ   šÎh/tÏ9ur ÷ŽÉ9ô¹$$sù ÇÐÈ  
1. Hai orang yang berkemul (berselimut),
2. Bangunlah, lalu berilah peringatan!
3. Dan Tuhanmu agungkanlah!
4. Dan pakaianmu bersihkanlah,
5. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah,
6. Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
7. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.
PerintahAllah SWT agar Nabi Muhammad berdakwah menyiarkan ajaran Islam kepada umat manusia.Setelah itu, tatkala Nabi Muhammad SAW berada di Mekah (periode Mekah) selama 13 tahun (610-622 M), secara berangsur-angsur telah diturunkan kepada beliau, wahyu berupa Al-Qur’an sebanyak 4726 ayat, yang meliputi 89 surah. Surah-surah yangditurunkan pada periode Makkah ini disebu dengan Surah Makkiyyah.

2. Taktik dan Strategi Dakwah Rasulullah SAW.
a. Dakwah secara sembunyi-sembunyi selama 3 - 4 tahun
Setelah menerima wahyu kedua, Rosulullah menyadari tugas yang dibebankan pada dirinya. Maka mulailah secara diam-diam mengajak orang memeluk islam, mula-mula kepada keluarga kemudian para sahabat dekat.
Seorang demi seorang diajak agar mau meninggalkan agama berhala dan hanya menyembah Allah Yang Maha Esa. Usaha yang dilakukan itu berhasil. Orang-orang yang mula-mula beriman adalah:
1.      Dari kalangan wanita, istri beliau sendiri; Siti Khadijah.
2.      Dari kalangan pemuda, Ali ibn Abi Thalib, dan Zaid ibn Harits.
3.      Dari kalangan budak, Bilal bin Rabbah.
4.      Orang tua/ tokoh masyarakat, Abu Bakar As-Shidiq.
Setelah Abu Bakar masuk islam,Abu Bakar juga berdakwah ajaran Islam sehinggabanyak dari kawan dekatnya yang menyatakan diri masuk Islam, mereka adalah:
 Abdul Amar dari Bani Zuhrah
 Abu Ubaidah bin Jarrah dari Bani Haris
 Utsman bin Affan
 Zubair bin Awam
 Sa’ad bin Abu Waqqas
 Thalhah bin Ubaidillah.
Orang-orang ini dikenal dengan julukan al-Sabiqun al-Awwalun, orang yang terdahulu masuk islam, begitu pula Fatimah binti Khaththab, Arqam ibn Abdul Al-Arqam dan lain-lain.  Mereka itu mendapat bimbingan agama islam langsung dari Rasulullah sendiri.
b. Dakwah Secara Terang-terangan.
Dakwah secara terang-terangan ini dimulai sejak tahun ke-4 dari kenabian, yakni setelah turunnya wahyu yang berisi perintah Allah SWT agar dakwah itu dilaksanakan secara terang-terangan.Yaitu dengan turunnya surat Al Hijr: 94. Yang artinya: maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.
Tahap-tahap dakwah Rasulullah SAW secara terang-terangan ini antaralain sebagai berikut:
1.      Mengundang kaum kerabat keturunan dari Bani Hasyim, untuk menghadiri jamuan makan dan mengajak agar masuk Islam. Walau banyak yang belum menerima agama Islam, ada 3 orang kerabat dari kalangan Bani Hasyim yang sudah masuk Islam, tetapi merahasiakannya. Mereka adalah Ali bin Abu Thalib, Ja’far binAbu Thalib, dan Zaid bin Haritsah.
2.      Rasulullah SAW mengumpulkan para penduduk kota Mekah,terutama yang berada dan bertempat tinggal di sekitar Ka’bah untuk berkumpul di Bukit Shafa.
            Pada periode dakwah secara terang-terangan ini juga telah menyatakan diri masuk Islam dari kalangan kaum kafir Quraisy, yaitu: Hamzah binAbdul Munthalib (paman Nabi SAW) dan Umar bin Khattab. Hamzah bin Abdul Munthalib masuk Islam pada tahun ke-6 dari kenabian, sedangkan Umar bin Khattab (581-644 M).Rasulullah SAW menyampaikan seruan dakwahnya kepada para penduduk di luar kota Mekah. Sejarah mencatat bahwa penduduk di luar kota Mekah yang masuk Islam antara lain:
 Abu Zar Al-Giffari, seorang tokoh dari kaum Giffar.
Tufail bin Amr Ad-Dausi, seorang penyair terpandang dari kaum Daus.
3. Reaksi Kaum Kafir Quraisy Terhadap Dakwah Rasulullah SAW
Sehubungan dakwah Nabi itu akan melenyapkan agama dan tradisi nenek moyangnya , maka kaum Quraisy mengadakan reaksi dengan aksi penindasan, penyiksaan, dan intimidasi terhadap pengikut Rasul. Namun, para sahabat tetap memegang teguh aqidah mereka dan tidak gentar terhadap ancaman dan siksaan pihak kuffar. Karena itu kaum Quraisy berusaha melenyapkan nabi Muhammad, namun Abu Tholib senantiasa melindunginya.
 Prof. Dr. A. Shalaby dalam bukunya Sejarah Kebudayaan Islam, telah menjelaskan sebab-sebab kaum Quraisy menentang dakwah RasulullahSAW, yakni:
1.      Kaum kafir Quraisy, terutama para bangsawannya sangatkeberatan dengan ajaran persamaan hak dan kedudukan antarasemua orang. Mereka mempertahankan tradisi hidup berkasta-kasta dalam masyarakat.Mereka juga ingin mempertahankan perbudakan, sedangkan ajaran Rasulullah SAW (Islam) melarangnya.
2.      Kaum kafir Quraisy menolak dengan keras ajaran Islam tentang adanya kehidupan sesudah mati yakni hidup di alam kubur dan alam akhirat, karena mereka merasa ngeri dengan siksa kubur dan azab neraka.
3.      Kaum kafir Quraisy menolak ajaran Islam karena mereka merasa berat meninggalkan agama dan tradisi hidup bermasyarakat warisan leluhur mereka.
4.      Dan kaum kafir Quraisy menentang keras dan berusaha menghentikan dakwah Rasulullah SAW karena Islam melarang menyembah berhala.

Faktor lainnya adalah; orang-orang Quraisy beranggapan bahwa dengan mengikutiajaran yang disampaikan oleh nabi Muhammad, berarti tunduk dan menyerahkan pimpinan/ kekuasaan kepada keluarga Bani Abdul Muthalib.Oleh karenanya, para ketua kabilah takut kehilangan pengaruh dan kekuasaan mereka.
Perangai orang-orang Quraisy berubah setelah nabi menyeru untuk mengesakan Allah. Perubahan sikap mereka antara lain:
1.      Yang semula cinta berganti menjadi benci
2.      Yang semula dekat menjadi jauh
3.      Yang semula memberi pengakuan atas kejujuran beliau berganti menjadi mengejek dan mencemoohnya.
4.      Yang semula memberi gelar al-amien, berganti mengatakan majnun dan dikatakan tukang sihir
5.      Yang semula bersahabat dan berkerabat berubah menjadi musuh yang utama.
Usaha-usaha kaum kafir Quraisy untuk menolak dan menghentikan dakwah Rasulullah SAW bermacam-macam antara lain:
o   Para budak yang telah masuk Islam, seperti: Bilal, Amr bin Fuhairah, Ummu Ubais an-Nahdiyah, dan anaknya al-Muammil dan Az-Zanirah, disiksa oleh para pemiliknya (kaum kafir Quraisy) di luar batas perikemanusiaan.
o   Kaum kafir Quraisy mengusulkan pada Nabi Muhammad SAW agar  permusuhan di antara mereka dihentikan. Caranya suatu saat kaum kafir Quraisy menganut Islam dan melaksanakan ajarannya. Di saat lain umat Islam menganut agama kaum kafir Quraisy dan melakukan penyembahan terhadap berhala, dan oleh Allah dijawab dengan turunnya surat al-Kafirun yang menolak usulan dari kaum kafir.
Dalam menghadapi reaksi dari kaum kafir, nabi Muhammad mngutus para sahabatnya untuk berhijrah ke negeri Habasyah.Secara politis hijrah ke Habasyah merupakan upaya mencari suara politik pada rajayang beragama samawi. Terjadi dua kali hijrah ke Habsyah,pada hijrah pertama berangkat dua belas orang pria dan empat orang wanita., yang di pimpin oleh Utsman ibn Affan bersama istrinya Ruqayyah binti Rasulullah, yang terjadi sekitar tahun 615 M. Setelah dirasa keadaan kota Makkah telah normal dengan masuknya salah satu pemuka kaum Quraisy, yaitu Umar bin Khattab, mereka pun kembali ke Makkah untuk menemui nabi Muhammad. Namun, dugaan mereka meleset, karena ternyata Abu Jahal bertindak labih kejam.Akhirnya, Rasulullah SAW menyuruh sahabatnya kembali ke Habasyah yang kedua kalinya.Pada hijrah ke dua berangkat satu rombongan yang terdiri dari delapan puluh tiga laki-laki dan sebelas orang wanita, dipimpin oleh Ja’far ibn Abi Thalib. N

v  Ajaran islam periode Makkah.
Ajaran Islam periode Makkah, yang harus didakwahkan RasulullahSAW di awal kenabiannya adalah sebagai berikut:
a. Keesaan Allah SWT
b. Hari Kiamat sebagai hari pembalasan
c. Kesucian jiwa
d. Persaudaraan dan Persatuan
Ø Dakwah di Madinah
Musuh–musuh Islam melontarkan tuduhan kepada umat Islam, bahwa Islam berkembang dibawah sinar mata pedang / kekerasan.Tuduhan yang demikian tidak berdasar kenyataan.Dengan dakwah agama Islam mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
1.      Ajaran Islam simple, mudah, tidak memberatkan, tidak banyak tuntutan dan aturan.
2.      Prinsip-prinsip dari masyarakat Islam bersendikan ukhuwah Islamiyah.
3.      Islam tersiar luas dan cepat semata-mata karena Dakwah bi al-Hikmah dari Nabi dan para sahabat.
Jihad dalam Islam mempunyai fungsi dan kedudukan:
a.       Melindungi dan membela dakwah dari gangguan.
b.      Melindungi masyarakat Islam dankaum Muslimin.
c.       Merupakan tindakan pengamanan.

A.Hasym menyatakan bahwa jihad menurut Kebudayaan Islam adalah suatu tindakan pengamanan yang bertujuan perdamaian abadi dalam jangka waktu jauh.Adapun Ruang Lingkup Dakwah Islamiyah tidak hanya untuk bangsa Arab atau hanya di jazirah Arab saja.Rasul diangkat sebagai rahmatan lil’alamin, maka dakwah adalah untuk seluruh umat di dunia. Terbukti sebagaimana yang telah dilakukan Rasul, setelah menata kehidupan Jazirah Arab secara Islami, Rasul menyeru kepada seluruh raja-raja, penguasa yang ada disekitar Jazirah Arab, dengan mengirim utusan yang membawa surat seruan mengikuti dakwah Islamiyah.Menurut Tarikh Ibnu Hisyam dan Tarikh al-Thabari, surat-surat dari Nabi itu dikirim kepada:
a)      Heraclius, Kaisar Romawi, yang diantar oleh duta atau utusan dibawah pimpinan Dakhiyah ibn Khalifah al-Kalby al-Khazraji.
b)      Kisra Persi, yang dibawa oleh perutusan dibawah pimpinan Abdullah ibn Huzaifah al Sahmy.
c)      Negus, Maharaja Habsyah, yang diantar oleh perutusan dibawah pimpinan Umar Ibn Umayyah al-Dlamary.
d)     Maqauqis, Gubernur Jendral Romawi untuk wilayah Mesir, disampaikan oleh Khatib ibn Abi Baltaah al-Lakhmy.
e)      Hamzah ibn Ali al-Hanafi, Amir negri Yamamah, diantar perutusan dipimpin Sulaith ibn Amr al-Amiry.
f)       Al-Haris ibn Abi Syamr, Amir Ghassan, dibawa oleh Syuja’ibn Wahab.
g)      Al-Mundzir ibn Sawy, Amir Ghassan, dibawa oleh Syuja’ibn Wahab.
h)      Duaputera al-Jalandy, Jifar dan Ibad, yang dibawa oleh Amr ibn Ash.

II.2 Perjuangan sulit dan melelahkan fase Makkah
Perjuagan yang sulit dan melelahkan terjadi pada tahun ke-5 sejarah dakwah Rasulullah SAW. Di Mekah, bangsa Quraisy dengan segala upaya berusaha melumpuhkan gerakan Muhammad SAW. Hal ini dibuktikan dengan pemblokiran terhadap Bani Hasyiim dan Bani Muthalib (keluarga besar Muhammad SAW.). beberapa pemblokiran tersebut antara lain :
a. Memutuskan hubungan perkawinan.
b. Memutuskan hubungan jual beli.
c. Memutuskan hubungan ziarah-menziarahi.
d. Tidak ada tolong menolong.
Pemblokiran itu tertulis di atas selembar sahifah atau plakat yang digantungkan di Kakbah dan tidak akan dicabut sebelum Muhammad SAW. Menghentikan gerakannya selama tiga tahun lamanya Bani Hasyim dan Bani Muthalib menderita kemiskinan akibat pemblokiran. Banyak pengikut Rasulullah yang menyingkir ke luar kota Mekah untuk mempertahankan hidup untuk menyelamatkan diri. Ujian bagi Rasulullah SAW Juga bertambah berat dengan wafatnya dua orang yang sangat dicintainya, yaitu pamannya, Abu Thalib dalam usia 87 tahun dan istrinya, yaitu Khadijah.
Peristiwa tersebut yang terjadi pada tahun ke-10 dari masa kenabian (620 M) dalam sejarah disebut Amul Huzni (tahun kesedihan atau tahun duka cita).Dengan meninggalnya dua tokoh tersebut orang Quraisy makin berani dan leluasa mengganggu dan menghalangi Rasulullah SAW.Mereka berani melempar kotoran ke punggung Nabi, bahkan Beliau hampir meninggal karena ada orang yang hendak mencekiknya. NabiMuhammad SAW. Merasakan bahwa dakwah di Mekah tidak lagi sesuai sebagai pusat dakwah Islam. Oleh karena itu, Beliau bersama Zaid bin Haritsah pergi hijrah ke Thaif untuk berdakwah. Ajaran Rasulullah itu ditolak dengan kasar, bahkan mereka pun mengusir, menyoraki, dan mengejar Rasulullah sambil di lempari dengan batu.Saat itu Rasulullah SAW.sempat berlindung di kebun anggur milik Utba dan Syaiba (anak Rabia). Meski demikian terluka, Rasulullah SAW tetap sabar dan berlapang dada serta ikhlas.Kesulitan dan hambatan yang terus-menerus menimpa Muhammad SAW, dan pengikutnya dihadapi dengan sabar dan tawakal. Saat mengahadapi ujian yang berat dan tingkat perjuangan sudah berada pada puncaknya, Rasulullah SAW. di perintahkan oleh Allah SWT untuk menjalani Isra dan Mi’raj dari Mekah menuju ke Baitul Maqdis di Palestina, dan selanjutnya naik ke langit hingga ke Sidratul Muntaha
Kejadian Isra dan Mi’raj terjadi pada malam 17 rajab tahun ke-11 dari kenabiannya (sekitar 621 M) di tempuh dalam waktu satu malam.Hikmah Allah Swt. Dari peristiwa isra dan mi’raj antar lain sebagai berikut:
1.      Karunia dan keistimewaan tersendiri bagi Nabi Muhammad SAW. Yang tidak pernah diberikan Allah SWT.Kepada manusia dan nabi-nabi sebelumnya.
2.      Memberikan penambahan kekuatan iman keyakinan Beliau sebagai rasul untuk terus menyerukan agama Allah SWT kepada seluruh umat manusia.
3.      Menjadi ujian bagi kaum muslimin sendiri sejauh mana mereka beriman dan percaya kepada kejadian yang menakjubkan itu yang hanya ditempuh dalam waktu semalam.
Peristiwa ini dijadikan olok-olok oleh kaum Quraisy dan menuduh Nabi Muhammad SAW sudah gila. Meski demikian, ada orang yang beriman atau percaya terhadap kejadian ini,yaitu Abu Bakar sehingga nama Beliau ditambahkan dengan gelar As Shiddiq.

11.3Pembentukan Negara Islam di Madinah
  Pembentukan sistem sosial kemasyarakatan
Peradaban atau kebudayaan pada masa Rasulullah SAW.Yang paling dahsyat adalah perubahan sosial.Suatu perubahan mendasar dari masa kebobrokan moral menuju moralitas yang beradab.Dalam tulisan Ahmad Al-Husairy, diuraikan bahwa peradaban pada masa Nabi dilandasi dengan asas-asas yang diciptakan sendiri oleh Muhammad di bawah bimbingan wahyu.Diantaranya sebagai berikut.
1.      Pembangunan Masjid Nabawi
Dikisahkan bahwa unta tunggangan Rasulullah berhenti disuatu tempat maka Rasulullah memerintahkan agar di tempat itu dibangun sebuah masjid.Rasulullah ikut serta dalam pembangunan masjid tersebut.Beliau mengangkat dan memindahkan batu-batu masjid itu dengan tangannya sendiri.Saat itu, kiblat dihadapkan ke Baitul Maqdis.Tiang masjid terbuat dari batang kurma, sedangkan atapnya dibuat dari pelepah daun kurma.Adapun kamar-kamar istri beliau dibuat di samping masjid.Tatkala pembangunan selesai, Rasulullah memasuki pernikahan dengan Aisyah pada bulan Syawal.Sejak saat itulah, Yastrib dikenal dengan Madinatur Rasul atau Madinah Al-Munawwarah.Kaum muslimin melakukan berbagai aktivitasnya di dalam masjid ini, baik beribadah, belajar, memutuskan perkara mereka, berjual beli maupun perayaan-perayaan.Tempat ini menjadi factor yang mempersatukan mereka.
2.      Persaudaraan antara Kaum Muhajirin dan Anshar.
Dalam Negara islam yang baru dibangun itu, Nabi meletakan dasar-dasarnya untuk menata kehidupan sosial dan politik. Dikukuhkannya ikatan persaudaraan (Ukhwah Islamiyah) antara golongan Anshar dan Muhajirin, dan mempersatukan suku Aus dan Khazraj yang telah lama bermusuhan dan bersaing.    (Supriyadi,2008:63).
Ikatan persaudaraan Anshar dan Muhajirin melebihi ikatan persaudaraan karena pertalian darah, sebab ikatannya berdasar iman. Terbukti apa yang dimiliki Anshar disediakan penuh untuk saudaranya Muhajirin. Sebagaimana firman Allah; dalam surat Al Hasyr [59] ayat 9.  ( Subarman. 2008: 35).
Rasulullah mempersaudarakan di antara kaum muslimin.Mereka kemudian membagikan rumah yang mereka miliki, bahkan juga istri-istri dan harta mereka.Persaudaraan ini terjadi lebih kuat daripada hanya persaudaraan yang berdasarkan keturunan.Dengan persaudaraan ini, Rasulullah telah menciptakan sebuah kesatuan yang berdasarkan agama sebagai pengganti dari persatuan yang berdasarkan kabilah. (Supriyadi,2008:63).
3.      Kesepakatan untuk Saling Membantu antara Kaum Muslimin dan non Muslimin
Di Madinah, ada tiga golongan manusia, yaitu kaum muslimin, orang-orang arab, serta kaum non muslim, dan orang-orang yahudi (Bani Nadhir, Bani Quraizhah, dan Bani Qainuqa’). Rasulullah melakukan satu kesepakatan dengan mereka untuk terjaminnya sebuah keamanan dan kedamaian.Juga untuk melahirkan sebuah suasana saling membantu dan toleransi diantara golongan tersebut.
4.      Peletakan Asas-asas Politik, Ekonomi, dan Sosial
Islam adalah agama dan sudah sepantasnya jika di dalam Negara diletakkan dasar-dasar Islam maka turunlah ayat-ayat Al-Quran pada periode ini untuk membangun legalitas dari sisi-sisi tersebut sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah dengan perkataan dan tindakannya. Hidupla kota Madinah dalam sebuah kehidupan yang mulia dan penuh dengan nilai-nilai utama. Terjadi sebuah persaudaraan yang jujur dan kokoh, ada solidaritas yang erat diantara anggota masyarakatnya.Dengan demikian berarti bahwa inilah masyarakat Islam pertama yang dibangun Rasulullah dengan asas-asasnya yang abadi.
Secara sistematik proses peradaban yang dilakukan oleh Nabi pada masyarakat Islam di Yatsrib menjadi Madinah (Madinat Ar-Rasul, Madinah An-Nabi, atau Madinah Al-Munawwarah). Perubahan nama yang bukan terjadi secara kebetulan, tetapi perubahan nama yang menggambarkan cita-cita Nabi Muhammad Saw, yaitu membentuk sebuah masyarakat yang tertib dan maju, dan berperadaban; kedua, membangun masjid. Masjid bukan hanya dijadikan pusat kegiatan ritual shalat saja, tetapi juga menjadi sarana penting untuk mempersatukan kaum muslimin dengan musyawarah dalam merundingkan masalah-masalah yang dihadapi.Disamping itu, masjid juga menjadi pusat kegiatan pemerintahan; ketiga Nabi Muhammad Saw membentuk kegiatan Mu’akhat (persaudaraan), yaitu mempersaudarakan kaum Muhajirin (orang-orang yang hijrah dari Makkah ke Yatsrib) dengan Anshar (orang-orang yang menerima dan membantu kepindahan Muhajirin di Yatsrib).Persaudaraan diharapkan dapat mengikat kaum muslimin dalam satu persaudaraan dan kekeluargaan. Nabi Muhammad Saw membentuk persaudaraan yang baru, yaitu persaudaraan seagama, disamping bentuk persaudaraan yang sudah ada sebelumnya, yaitu bentuk persaudaraan berdasarkan darah; keempat, membentuk persahabatan dengan pihak-pihak lain yang tidak beragama Islam; dan kelima Nabi Muhammad Saw membentuk pasukan tentara untuk mengantisipasi gangguna-gangguan yang dilakukan oleh musuh. ( Supriyadi. 2008: 64).
A.    Bidang Politik
Selanjutnya, Nabi Saw. Merumuskan piagam yang berlaku bagi seluruh pendudukan Yatsrib, baik orang muslim maupun non muslim (Yahudi). Piagam inilah yang oleh Ibnu Hasyim disebut sebagai Undang-undang Dasar Negara Islam (Daulah Islamiyah) yang pertama.
1)      Setiap kelompok mempunyai pribadi keagamaan dan politik. Adalah hak kelompok, menghukum orang yang membuat kerusakan dan memberi keamanan kepada orang patuh.
2)      Kebebasan beragama terjamin buat semua warga Negara.  
3)      Adalah kewajiban penduduk madinah, baik kaum muslimin maupun bangsa Yahudi, untuk saling membantu, baik secara moril atau materil. Semuanya dengan bahu membahu harus menangkis setiap serangan terhadap kota Madinah.
Rasulullah adalah kepala Negara bagi penduduk Madinah.Kepada Beliaulah segala perkara dibawa dan segala perselisihan yang besar diselesaikan. Munawir Syadzali ( Mantan Menteri Agama RI) menyebutkan bahwa dasar-dasar kenegaraan yang terdapat dalam piagam Madinah adalah: pertama, Umat Islam merupakan satu komunitas (ummat) meskipun berasal dari suku yang beragam; dan kedua, hubungan antara sesama anggota komunitas Islam, dan antara anggota komunitas islam dengan komunitas-komunitas lain didasarkan atas prinsip-prinsip: (a) bertetangga baik, (b) saling membantu dalam menghadapi musuh bersama, (c) membela mereka yang dianiaya, (d) saling menasehati, dan (e) menghormati kebebasan beragama.
B.     Sistem Ekonomi
Seperti di madinah merupakan negara yang baru terbentuk dengan kemampuan daya mobilitas yang sangat rendah dari sisi ekonomi.Oleh karena itu, peletakan dasar-dasar sistem keuangan negara yang di lakukan oleh Rasulullah Saw.merupakan langkah yang sangat signifikan sekaligus berlian dan spektakuler pada masa itu, sehingga Islam sebagai sebuah agama dan negara dapat berkembang dengan pesat dalam jangka waktu yang relatif singkat.
Sistem ekonomi yang diterapkan oleh Rasulullah Saw.dari prinsip-prinsip Qur’ani. Al Quran yang merupakan sumber utama ajaran Islam telah menetapkan  berbagai aturan sebagai hidayah (petunjuk) bagi umat manusia dalam aktivitas disetiap aspek kehidupannya, termasuk dibidang ekonomi.
Prinsip Islam yang paling mendasar adalah kekuasaan tertinggi hanya milik Allah semata dan manusia diciptakan sebagai khalifah-Nya di muka bumi.Dalam pandangan Islam, kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan menjadi kehidupan ruhiyah dan jasmaniyah, melainkan sebagai satu kesatuan yang utuh yang tidak terpisahkan, bahkan setelah kehidupan dunia ini. Dengan kata lain, Islam tidak mengenal kehidupan yang hanya memikirkan materi duniawi tanpa memikirkan kehidupan akhirat.
Sumber Pendapatan Negara antara lain:
1.      Uang tebusan untuk para tawanan perang (hanya khusus pada perang lain tidak disebutkan jumlah uang tebusan tawanan perang).
2.      Pinjaman-pinjaman (setelah penaklukan kota Mekkah) untuk pembayaran uang pembebasan kaum muslimin dari Judhayma/sebelum pertemuan Hawazin 30.000 dirham ( 20.000 dirham menurut Bukhari) dari Abdullah bin Rabiya dan pinjaman beberapa pakaian dan hewan-hewan tunggangan dari Sufiyan bin Umayyah (sampai waktu itu tidak ada perubahan).
3.      Khums atas rikaz harta karun temuan pada periode sebelum Islam.
4.      Amwal fadillah yaitu harta yang berasal dari harta benda kaum muslimin yang meninggal tanpa ahli waris, atau berasal dari barang-barang seorang muslim yang meninggalkan negrinya.
5.      Wakaf yaitu harta benda yang didedikasikan oleh seorang muslim untuk kepentingan agama Allah dan pendapatnya akan disimpan di Baitul Mal.
6.      Nawaib yaitu pajak khusus yang dibedakan kepada kaum muslimin yang kaya raya dalam rangka menutupi pengeluaran negara selama masa darurat.
7.      Zakat Fitrah
8.      Bentuk lain sedekah seperti hewan qurban dan kifaratKifarat adalah denda atas kesalahan yang dilakukan oleh seorang muslim pada saat melakukan ibadah.
9.      Ushr
10.  Jizyah yaitu pajak yang dibebankan kepada orang non muslim.
11.  Kharaj yaitu pajak tanah yang dipungut dari kaum non muslim ketika wilayah khaibar ditaklukan.
12.  Ghanimah yaitu harta rampasan perang.
13.  Fa’i.
C.    Bidang Militer
      Peperangan yang terjadi pada masa Rasul membawa akibat perkembangan Islam dan kebudayaan Islam. Peperangan pada masa Rasul terdiri dari:
1)      Ghazwah; yaitu peperangan yang dipimpin langsung oleh Rasul sendiri. Peperangan ini terjadi dua puluh tujuh kali.
2)      Syariah; yaitu peperangan yang dipimpin oleh para sahabat untuk memimpinnya, peperangan ini terjadi tiga puluh delapan kali.
Peperangan yang dilakukan Rasul mempunyai nilai dan arti bagi pembinaan ummat. Nilai dan arti yangterkandung antara lain:
1)      Gazwatu furqan; yaitu peperangan yang menentukan mana yang hak dan bathil, seperti Perang Badar. sebagaimana  firman Allah dalam surat Al-Anfal ayat 41.
“Dan ketahuilah, bahawa apa sahaja yang kamu dapati sebagai harta rampasan perang, maka sesungguhnya satu perlimanya (dibahagikan) untuk (jalan) Allah dan untuk RasulNya dan untuk kerabat (Rasulullah) dan anak-anak yatim dan orang-orang miskin, serta ibnus-sabil (orang musafir yang keputusan), jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang telah diturunkan oleh Kami (Allah) kepada hamba Kami (Muhammad) pada Hari Al-Furqan, iaitu hari bertemunya dua angkatan tentera (Islam dan kafir, di medan perang Badar) dan (ingatlah) Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu”.
2)      Adabiyah al-Hujum; yaitu peperangan untuk membela diri seperti perang Khandak.
3)      Untuk perdamaian; seperti perjanjian Hudaibiyah.
4)      Kewaspadaan; seperti perang Mukt‘ah.
5)      Taktik menakut-nakuti; seperti Fathu Makkah.
6)      Penyiaran Agama Islam; seperti Perang Hunain.
7)      Konsolidasi, agar Negara menjadi bersatu dan kuat seperti Thaif.
8)      Pengabdian kepada Tuhan; seperti Perang Tabuk
Peperangan yang terjadi pada masa Nabi bertujuan untuk melindungi, mengamankan dakwah Islam dari gangguan orang-orang kafir, melindungi dan mempertahankan masyarakat / daulah Islamiyah, membentuk masyarakat yang Islami. (Subarman,2008: 37-38).

II.4 Peperangan Penting Masa Nabi
Peperangan-peperangan yang dilakukan Rasulullah dilakukan dengan tujuan untuk meninggikan kalimat Allah.Peperangan-peperangan yang dilakukan oleh beliau semuanya didahului dengan musyawarah dengan para sahabat-sahabat beliau.Rasulullah mempersiapkan peperangan setelah mengetahui kondisi musuh dari mata-mata yang sudah disiapkan oleh beliau, dan beliau mempersiapkan strategi yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi musuh-musuh beliau.Rasulullah juga mengajarkan kepada kita untuk bersabar terhadap musuh yang memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat dan tidak boleh semena-mena terhadap musuh yang sudah tidak berdaya. Dintara peperangan tersebut adalah:
1.      Perang Badar (17 Ramadan 2 H)
Perang Badar terjadi di Lembah Badar, 125 km selatan Madinah. Perang Badar merupakan puncak pertikaian antara kaum muslim Madinah dan musyrikin Quraisy Mekah. Peperangan ini disebabkan oleh tindakan pengusiran dan perampasan harta kaum muslim yang dilakukan oleh musyrikin Quraisy. Selanjutnya kaum Quraisy terus menerus berupaya menghancurkan kaum muslim agar perniagaan dan sesembahan mereka terjamin. Dalam peperangan ini kaum muslim memenangkan pertempuran dengan gemilang. Tiga tokoh Quraisy yang terlibat dalam Perang Badar adalah Utbah bin Rabi"ah, al-Walid dan Syaibah. Ketiganya tewas di tangan tokoh muslim seperti Ali bin Abi Thalib. Ubaidah bin Haris dan Hamzah bin Abdul Muthalib. adapun di pihak muslim Ubaidah bin Haris meninggal karena terluka.
2.      Perang Uhud (Syakban 3 H)
Perang Uhud terjadi di Bukit Uhud. Perang Uhud dilatarbelakangi kekalahan kaum Quraisy pada Perang Badar sehingga timbul keinginan untuk membalas dendam kepada kaum muslim. Pasukan Quraisy yang dipimpin Khalid bin Walid mendapat bantuan dari kabilah Saqib, Tihamah, dan Kinanah. Nabi Muhammad SAW segera mengadakan musyawarah untuk mencari strategi perang yang tepat dalam menghadapi musuh. Kaum Quraisy akan disongsong di luar Madinah. Akan tetapi, Abdullah bin Ubay membelot dan membawa 300 orang Yahudi kembali pulang. Dengan membawa 700 orang yang tersisa, Nabi SAW melanjutkan perjalanan sampai ke Bukit Uhud.Perang Uhud dimulai dengan perang tanding yang dimenangkan tentara Islam tetapi kemenangan tersebut digagalkan oleh godaan harta, yakni prajurit Islam sibut memungut harta rampasan. Pasukan Khalid bin Walid memanfaatkan keadaan ini dan menyerang balik tentara Islam. Tentara Islam menjadi terjepit dan porak-poranda, sedangkan Nabi SAW sendiri terkena serangan musuh.Pasukan Quraisy kemudian mengakhiri pertempuran setelah mengira Nabi SAW terbunuh. Dalam perang ini, Hamzah bin Abdul Muthalib (paman Nabi SAW) meninggal terbunuh.
3.      Perang Khandaq (Syawal 5 H)
Lokasi Perang Khandaq adalah di sekitar kota Madinah bagian utara. Perang ini juga dikenal sebagai Perang Ahzab (Perang Gabungan).Perang Khandaq melibatkan kabilah Arab dan Yahudi yang tidak senang kepada Nabi Muhammad SAW.Mereka bekerjasama melawan Nabi SAW. Di samping itu, orang Yahudi juga mencari dukungan kabilah Gatafan yang terdiri dari Qais Ailan, Bani Fazara, Asyja", Bani Sulaim, Bani Sa"ad dan Ka"ab bin Asad. Usaha pemimpin Yahudi, Huyay bin Akhtab, membuahkan hasil. Pasukannya berangkat ke Madinah untuk menyerang kaum muslim. Berita penyerangan itu didengar oleh Nabi Muhammad SAW. Kaum muslim segera menyiapkan strategi perang yang tepat untuk menghasapo pasukan musuh. Salman al-Farisi, sahabat Nabi SAW yang mempunyai banyak pengalaman tentang seluk beluk perang, mengusulkan untuk membangun sistem pertahanan parit (Khandaq).Ia menyarankan agar menggali parit di perbatasan kota Madinah, dengan demikian gerakan pasukman musuh akan terhambat oleh parit tersebut. Usaha ini ternyata berhasil menghambat pasukan musuh.
4.      Perang Khaibar (7 H)
Lokasi perang ini adalah di daerah Khaibar.Perang Khaibar merupakan perang untuk menaklukkan Yahudi.Masyarakat Yahudi Khaibar paling sering mengancam pihak Madinah melalui persekutuan Quraisy atau Gatafan.Pasukan muslimin yang dipimpin Nabi Muhammad SAW menyerang benteng pertahanan Yahudi di Khaibar. Pasukan muslim mengepung dan memutuskan aliran air ke benteng Yahudi. Taktik itu ternyata berhasil dan akhirnya pasukan muslim memenangkan pertempuran serta menguasai daerah Khaibar. Pihak Yahudi meminta Nabi SAW untuk tidak mengusir mereka dari Khaibar. Sebagai imbalannya, mereka berjanji tidak lagi memusuhi Madinah dan menyerahkan hasil panen kepada kaum muslim.
5.      Perang Mu"tah (8 H)
Perang ini terjadi karena Haris al-Ghassani raja Hirah, menolak penyampaian wahyu dan ajakan masuk Islam yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Penolakan ini disampaikan dengan cara membunuh utusan Nabi SAW. Nabi SAW kemudian mengirimkan pasukan perang di bawah pimpinan Zaid bin Harisah. Perang ini dinamakan Perang Mu"tah karena terjadi di desa Mu"tah, bagian utara Semenanjung Arabia. Pihak pasukan muslim mendapat kesulitan menghadapi pasukan al-Ghassani yang dibantu pasukan Kekaisaran Romawi. Beberapa sahabat gugur dalam pertempuran tersebut, antara lain Zaid bin Harisah sendiri. Akhirnya Khalid bin Walid mengambil alih komando dan menarik pasukan muslim kembali ke Madinah. Kemampuan Khalin bin Walid menarik pasukan muslimin dari kepungan musuh membuat kagum masyarakat wilayah tersebut. Banyak kabilah Nejd, Sulaim, Asyja", Gatafan, Abs, Zubyan dan Fazara masuk Islam karena melihat keberhasilan dakwah Islam.
6.      Perang Hunain ( 8 Safar 8 H)
Perang Hunain berlangsung antara kaum muslim melawan kaum Quraisy yang terdiri dari Bani Hawazin, Bani Saqif, Bani Nasr dan Bani Jusyam. Perang ini terjadi di Lembah Hunain, sekitar 70 km dari Mekah.Perang Hunain merupakan balas dendam kaum Quraisy karena peristiwa Fath al-Makkah.Pada awalnya pasukan musuh berhasil mengacaubalaukan pasukan Islam sehingga banyak pasukan Islam yang gugur.Nabi SAW kemudian menyemangati pasukannya dan memimpin langsung peperangan. Pasukan muslim akhirnya dapat memenangkan pertempuran tersebut.
7.      Perang Ta"if (8 H)
Pasukan muslim mengejar sisa pasukan Quraisy, yang melarikan diri dari Hunain, sampai di kota Ta"if. Pasukan Quraisy bersembunyi dalam benteng kota yang kokoh sehingga pasukan muslimin tidak dapat menembus benteng. Nabi Muhammad SAW mengubah taktik perangnya dengan memblokade seluruh wilayah Ta"if.Pasukan muslimin kemudian membakar ladang anggur yang merupakan sumber daya alam utama penduduk Ta"if. Penduduk Ta"if pada akhirnya menyerah dan menyatakan bergabung dengan pasukan Islam.
8.      Perang Tabuk (9 H)
Lokasi perang ini adalah kota Tabuk, perbatasan antara Semenanjung Arabia dan Syam (Suriah). Adanya peristiwa penaklukan kota Mekah membuat seluruh Semenanjung Arabia berada di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Melihat kenyataan itu, Heraklius, penguasa Romawi Timur, menyusun pasukan besar untuk menyerang kaum muslim. Pasukan muslimin kemudian menyiapkan diri dengan menghimpun kekuatan yang besar karena pada masa itu banyak pahlawan Islam yang menyediakan diri untuk berperang bersama Nabi SAW.Pasukan Romawi mundur menarik diri setelah melihat besarnya jumlah pasukan Islam.Nabi SAW tidak melakukan pengejaran tetapi berkemah di Tabuk.Di sini Nabi SAW membuat perjanjian dengan penduduk setempat sehingga daerah perbatasan tersebut dapat dirangkul dalam barisan Islam.
9.      Perang Widan (12 Rabiulawal 2 H)
Perang ini terjadi di Widan, sebuah desa antara Mekah dan Madinah.Rasulullah SAW memimpin pasukan muslimin menghadang kafilah Quraisy.Pertempuran fisik tidak terjadi karena kafilah Quraisy lewat di daerah tersebut.Rasulullah SAW selanjutnya mengadakan perjanjian kerjasama dengan Bani Damrah yang tinggal di rute perdagangan kafilah Quraisy di Widan. Kesepakatan tersebut berisi kesanggupan Bani Damrah untuk membantu kaum muslim apabila dibutuhkan.
Demikianlah artikel mengenai sejarah peperangan yang dipimpin langsung oleh Nabi Muahammad SAW dalam menegakkan kalimah Allah di Bumi ini, semoga artikel ini tentunya dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua

Top of Form
BAB III
PENUTUP

Simpulan
Dari pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwasannya masa nabi Muhammad Saw terbagi menjadi dua fase (priode) yaitu Fase Makkah dan Madinah.Pada fase Makkah lebih ditekankan hanya pada bidang Dakwah, karena ini adalah masa-masa awal kelahiran agama Islam.Dakwah yang dilakukan oleh Nabi pada Fase ini terbagi menjadi dua yaitu secara sembunyi-sembunyi dean secara terang-terangan.
Pada fase Madinah ada beberapa bidang yang dikembangkan sebagai wujud dari upaya Nabi untuk membentuk Negara Islam diantaranya yaitu pembentukan sisitem sosial kemasyarakatan, militer, politik, dakwah, ekonomi, dan sumber pendapatan Negara. Pada fase ini Islam menjadi agama yang dipeluk oleh seluruh Jazirah Arab, sebagai tanda keberhasilan dakwah Nabi Muhammad.


DAFTAR PUSTAKA

Muhammad Husen Haikal . 1990. Sejarah Hidup Muhammad. Jakarta: Litera antarnusa.
A.Syalabi.2000.Sejarah dan Kebudayaan Islam.Jakarta :PT.Al-Husna Zikra.
Drs.Samsul Munir Amin.2009.Sejarah Peradaban Islam.Jakarta :AMZAH
Dr. Badri Yatim, M.A.2013.Sejarah Peradaban Islam.Jakarta: Rajawali Pers
http://Permata PAI 1.blogspot.com/2014/03/Masa-nabi-Fase-Makkah-dan-Madinah.html
http://Amal1st.blogspot.com/2011/01/Peperangan-Penting-Masa-Nabi.html
http://Irawanridha.blogspot.com/2012/11/Sejarah-Dakwah-Rasullulah-SAW-Pada.html
http://Pengetahuanagama.blogspot.com/2011/07/Pembentukan-Negara-Islam-Di-Madinah.html
http://Filda-Arim.blogspot/2013/10/Dakwah-dan-Perjuangan-Nabi-Muhammad-SAW.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

anda komentar anda hidup...okey