KELOMPOK II
SEJARAH ISLAM MASA NABI
MUHAMMAD
(FASE MAKKAH DAN
MADINAH)
Oleh:
1. Dendy
Mahenra Qumala 15410165
2. Naila Shofia 15410166
3. Siti Vika Durrotul A. 15410167
4. Safira Elfany 15410168
Kelas E
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM
NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM
MALANG 2015-2016
KATA PENGANTAR
Puji
syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan semesta alam .Sholawat dan salam semoga
senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan
pengikutnya yang setia.
Alhamdulilah wa syukurillah
bahwa berkat rahmat dan anugrah-Nya makalah berjudul Sejarah Islam Masa Nabi Muhammad (Fase Makkah dan
Madinah) dapat di selesaikan.
Sejarah Islam masa Nabi Muhammad
(Fase makkah dan madinah) sejak zamannya hingga sekarang
atau yang akan datang semoga terus di kenang . Demikian pula dengan peradaban
islam yang senantiasa akan berlangsung
di belahan dunia islam.
Selanjutnya,
pada kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada H.Aris Juana Yusuf
Lc.MA , Dosen mata kuliah Sejarah Peradaban Islam atas tugas yang sangat membangun dan
memotivasi kami, agar lebih mencintai Nabi Muhammad SWA dan lebih menghargai
bagaimana perjuangan Kekasih Allah atas segala pengorbanan , kringat dan darah
yang mengalir karna masa ini.
Tidak
lupa kami haturkan terima kasih yang tiada terhingga kepada teman-teman atas
doa dan motivasinya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Semoga
makalah ini dapat menjadi amal baik bagi kami , dan bermanfaat bagi para
pecinta Nabi Muhammad serta para pembaca dan peminat di bidang sejarah islam
pada umumnya.
Allahumma
shalli ‘ala sayyidina Muhammad
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAB I................................................................................................................................... 3
Latar
belakang..................................................................................................................... 3
Rumusan Masalah................................................................................................................ 3
Tujuan Masalah.................................................................................................................... 3
BAB II.................................................................................................................................. 4
Kehidupan , Dakwah dan Perjuangan Rasulullah................................................................. 4
Perjuangan Sulit dan Melelahkan Fase Makkah.................................................................... 11
Pembentukan Negara Islam di Madinah............................................................................... 13
Peperangan Penting Masa Nabi............................................................................................. 19
BAB III................................................................................................................................ 23
Penutup ............................................................................................................................... 23
Daftar Pustaka...................................................................................................................... 24
BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar belakang
Sejak awal, perkembangan islam
tumbuh dalam pergumulan dengan pemikiran dan peradaban umat manusia yang
dilewatinya, karena terlibat dalam proses drasetika yang didalamnya terjadi
pengambilan dan pemberian cikal bakal pertumbuhan dan pembentukan peradaban
islam dibangun dengan menjadikan agama islam sebagai dasar pembentukannya.
Persoalan yang tak kalah seriusnya
yaitu moral masyarakat jahiliyah yang pada saat itu masih buta akan sebuah
kebenaran. Melihat realitas peradaban Islam sebelumnya sudah mengenal kehidupan
politik, sosial, ekonomi, bahasa, dan seni tapi semua itu masih sangat
sederhana dan sangat ironis.Akan tetapi setelah Islam datang yang merupakan Rohmatal
lil ‘Alamin (Rohmat bagi seluruh alam).Dan kehidupan umat pun makin
terarah.
I.2. Rumusan Masalah
1.
Bagaimana riwayat hidup nabi Muhammad?
2.
Bagaimana dakwah dan perjuangan nabi fase Makkah?
3.
Bagaimana pembentukan negara islam di Madinah?
4.
Apa saja peperangan umat islam pada masa nabi
Muhammad?
I.3. Tujuan Pembahasan
1. Mahasiswa dan mahasiswi mengetahui riwayat
nabi Muhammad.
2. Mahasiswa dan mahasiswi mengetahui dakwah dan perjuangan nabi Muhammad
fase makkah
3. Mahasiswa dan mahasiswi mengetahui cara pembentukan negara islam di
Madinah (politik, ekinomi, budaya, dan militer).
4. Mahasiswa dan mahasiswi mengetahui peperangan penting umat islam yang
terjadi pada masa nabi Muhammad.
BAB
II
PEMBAHASAN
II.1. Kehidupan, Dakwah dan Perjuangan Rasulullah
SAW
Riwayat hidup Nabi Muhammad
Kondisi bangsa Arab sebelum kedatangan
Ialam, terutama di sekitar makkah masish diwarnai dengan penyembahan berhala
sebagai Tuhan. Selain menyambah berhala ada pula yang menyembah agama masehi
(Nasrani), dan yahudi. Demikianlah keadaan
bangsa arab sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW yang membawa Islam di tengah-tengah
mereka. Bangsa arab juga dikenal suka berperang. Peperangan antarsuku tidak
pernah berhenti, saling berebut kekuasaan dan pengaruh merupakan kepahlawana
yang dibanggakan. Namun di balik semua itu, bangsa arab sejak dahulu memiliki
sifat kesatria, setia kepada kawan, dan menepati janji. Bangsa arab suka
menghormati tamu dan member suaka kepada siapapun yang meminta perlindungan ke
rumah mereka..
Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 12 Rabiul Awwal atau 20
April 571
Setelah Aminah meninggal, Abdul
Muthalib mengambil alih tanggung jawab merawat Muhammad. Namun dua tahu
kemudian Abdul Muthalib meninggal dunia. Tanggung jawab selanjutnya beralih
kepada pamannya Abu Thalib. Seperti juga Abdul Muthalib, sang paman sangat disegani
dan dihormati orang Quraisy dan pendduk makkah secara keseluruhan, tetapi dia
miskin. Dalam usia muda, Muhammad hidup sebagai pengembala kambing keluarganya
dan kambing penduduk makkah. Melalui kegiatan pengembala ini, dia menemukan
tempat untuk berpikir dan merenung. Dalam suasana demikian, dia ingin melihat
sesuatu dibalik semuanya. Pemikiran dan perenungan ini membuatnya jauh dari
segala pemikiran nafsu duniawi, sehingga ia terhindar dari berbagai macam noda
yang dapat merusak namanya. Oleh karena itu, sejak muda i sudah dijuluki al-amien.
Kemudian nabi Muhammad melakukan
perjalanan (usaha) untuk pertama kali dalam khafilah dagang ke Siria (Syam)
dalam usia 12 tahun. Khafilah itu di pimpin oleh Abu Thalib. Dalam perjalanan
ini di Bushra, sebelah selatan Siria ia bertemu dengan pendeta risten bernama
Buhairah. Pendeta ini melihat tanda-tanda kenabian pada Muhammad sesuai dengan
petunjuk cerita-cerita kristen.
Ketika Nabi Muhammad berusia 25 tahun,
ia berangkat ke Syria membawa
barang dagangan seorang saudagar wanita kaya raya yang telah lama menjanda,
Khadijah. Dalam perdagangan ini, Muhammad memperoleh laba yang besar. Khadijah
kemudian melamarnya. Dan lamaran itu di terima oleh Nabi Muhammad. Ketika itu
Nabi Muhammad berusia 25 tahun dan khadijah 40 tahun. Siti Khadijah adalah
wanita pertama yang masuk islam dan banyak membantu Nabi dalam perjuangan
menyebarkan islam.
Dakwah Rasulullah SAW dan
Perjuangan Fase Mekkah.
Ø Dakwah
di Mekkah
Objek dakwah Rasulullah SAW
pada awal kenabian adalah masyarakat Arab Jahiliyah, atau masyarakat yang masih
beradadalam kebodohan.Dalam bidang agama, umumnya masyarakatArab waktu itu
sudah menyimpang jauh dari ajaran agama tauhid,yang telah diajarkan oleh para
rasul terdahulu, seperti Nabi Adam as.Mereka umumnya beragama watsani atau
agama penyembah berhala. Berhala-berhala yang mereka puja itu mereka letakkan
diKa’bah ( Baitullah = rumah Allah SWT). Di antara berhala-berhala yang
termahsyur bernama: Ma’abi, Hubai, Khuza’ah, Lata, Uzzadan Manar. Selain itu
ada pula sebagian masyarakat Arab Jahiliyah yang menyembah malaikat dan bintang
yang dilakukan kaum Sabi’in
1.
Pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul
Pengangkatan Muhammad
sebagai nabi atau rasul Allah SWT,terjadi pada tanggal 17 Ramadan, 13 tahun
sebelum hijrah (610 M) tatkala beliau sedang bertahannus di Gua Hira, waktu itu
beliaugenap berusia 40 tahun. Gua Hira terletak di Jabal Nur, beberapa kilo
meter sebelah utara kota Mekah. Nabi Muhamad diangkat Allah SWT, sebagai nabi
atau rasul-Nya ditandai dengan turunnya Malaikat Jibril untuk menyampaikan
wahyu yang pertama kali yakni Al-Qur’an Surah Al-Alaq, 96: 1-5.
ù&tø%$# ÉOó$$Î/ y7În/u Ï%©!$# t,n=y{ ÇÊÈ t,n=y{ z`»|¡SM}$# ô`ÏB @,n=tã ÇËÈ ù&tø%$# y7/uur ãPtø.F{$# ÇÌÈ Ï%©!$# zO¯=tæ ÉOn=s)ø9$$Î/ ÇÍÈ zO¯=tæ z`»|¡SM}$# $tB óOs9 ÷Ls>÷èt ÇÎÈ
1. Bacalah
dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2.
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3.
Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4.
Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
5.
Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
[1589]
Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.
Turunnya ayat Al-Qur’an
pertama tersebut, dalam sejarah Islam dinamakan Nuzul Al-Qur’an.Menurut
sebagian ulama, setelah turun wahyu pertama (Q.S. Al-Alaq: 1-5) turun pula
Surah Al-Mudassir: 1-7,
$pkr'¯»t ãÏoO£ßJø9$# ÇÊÈ óOè% öÉRr'sù ÇËÈ y7/uur ÷Éi9s3sù ÇÌÈ y7t/$uÏOur öÎdgsÜsù ÇÍÈ tô_9$#ur öàf÷d$$sù ÇÎÈ wur `ãYôJs? çÏYõ3tGó¡n@ ÇÏÈ Îh/tÏ9ur ÷É9ô¹$$sù ÇÐÈ
1. Hai orang
yang berkemul (berselimut),
2. Bangunlah, lalu
berilah peringatan!
3. Dan Tuhanmu
agungkanlah!
4. Dan pakaianmu
bersihkanlah,
5. Dan perbuatan
dosa tinggalkanlah,
6. Dan janganlah
kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
7. Dan untuk
(memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.
PerintahAllah SWT agar Nabi
Muhammad berdakwah menyiarkan ajaran Islam kepada umat manusia.Setelah itu,
tatkala Nabi Muhammad SAW berada di Mekah (periode Mekah) selama 13 tahun
(610-622 M), secara berangsur-angsur telah diturunkan kepada beliau, wahyu
berupa Al-Qur’an sebanyak 4726 ayat, yang meliputi 89 surah. Surah-surah
yangditurunkan pada periode Makkah ini disebu dengan Surah Makkiyyah.
2.
Taktik dan Strategi Dakwah Rasulullah SAW.
a.
Dakwah secara sembunyi-sembunyi selama
3 - 4 tahun
Setelah menerima wahyu kedua,
Rosulullah menyadari tugas yang dibebankan pada dirinya. Maka mulailah secara
diam-diam mengajak orang memeluk islam, mula-mula kepada keluarga kemudian para
sahabat dekat.
Seorang demi seorang diajak agar mau
meninggalkan agama berhala dan hanya menyembah Allah Yang Maha Esa. Usaha yang dilakukan itu
berhasil. Orang-orang yang mula-mula beriman adalah:
1. Dari kalangan wanita, istri beliau
sendiri; Siti Khadijah.
2. Dari kalangan pemuda,
Ali ibn Abi Thalib, dan Zaid ibn Harits.
3. Dari kalangan
budak, Bilal bin Rabbah.
4. Orang tua/
tokoh masyarakat, Abu Bakar As-Shidiq.
Setelah Abu Bakar masuk islam,Abu Bakar juga berdakwah ajaran Islam
sehinggabanyak dari kawan dekatnya yang menyatakan diri masuk Islam, mereka adalah:
Abdul Amar dari Bani
Zuhrah
Abu Ubaidah bin Jarrah
dari Bani Haris
Utsman bin Affan
Zubair bin Awam
Sa’ad bin Abu Waqqas
Thalhah bin Ubaidillah.
Orang-orang ini dikenal dengan julukan al-Sabiqun
al-Awwalun, orang yang terdahulu masuk islam, begitu pula Fatimah binti
Khaththab, Arqam ibn Abdul Al-Arqam dan lain-lain. Mereka itu mendapat
bimbingan agama islam langsung dari Rasulullah sendiri.
b. Dakwah Secara Terang-terangan.
Dakwah secara
terang-terangan ini dimulai sejak tahun ke-4 dari kenabian, yakni setelah
turunnya wahyu yang berisi perintah Allah SWT agar dakwah itu dilaksanakan
secara terang-terangan.Yaitu dengan turunnya surat Al Hijr:
94. Yang artinya:
maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan
(kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.
Tahap-tahap
dakwah Rasulullah SAW secara terang-terangan ini antaralain sebagai berikut:
1. Mengundang
kaum kerabat keturunan dari Bani Hasyim, untuk menghadiri jamuan makan dan
mengajak agar masuk Islam. Walau banyak yang belum menerima agama Islam, ada 3
orang kerabat dari kalangan Bani Hasyim yang sudah masuk Islam, tetapi
merahasiakannya. Mereka adalah Ali bin Abu Thalib, Ja’far binAbu Thalib, dan
Zaid bin Haritsah.
2. Rasulullah
SAW mengumpulkan para penduduk kota Mekah,terutama yang berada dan bertempat
tinggal di sekitar Ka’bah untuk berkumpul di Bukit Shafa.
Pada
periode dakwah secara terang-terangan ini juga telah menyatakan diri masuk
Islam dari kalangan kaum kafir Quraisy, yaitu: Hamzah binAbdul Munthalib (paman
Nabi SAW) dan Umar bin Khattab. Hamzah bin Abdul Munthalib masuk Islam pada
tahun ke-6 dari kenabian, sedangkan Umar bin Khattab (581-644 M).Rasulullah SAW
menyampaikan seruan dakwahnya kepada para penduduk di luar kota Mekah. Sejarah
mencatat bahwa penduduk di luar kota Mekah yang masuk Islam antara lain:
Abu Zar Al-Giffari,
seorang tokoh dari kaum Giffar.
Tufail bin Amr Ad-Dausi,
seorang penyair terpandang dari kaum Daus.
3.
Reaksi Kaum Kafir Quraisy Terhadap Dakwah Rasulullah SAW
Sehubungan dakwah Nabi itu akan
melenyapkan agama dan tradisi nenek moyangnya , maka kaum Quraisy mengadakan
reaksi dengan aksi penindasan, penyiksaan, dan intimidasi terhadap pengikut
Rasul. Namun, para sahabat tetap memegang teguh aqidah mereka dan tidak gentar
terhadap ancaman dan siksaan pihak kuffar. Karena itu kaum Quraisy
berusaha melenyapkan nabi
Muhammad, namun Abu Tholib senantiasa
melindunginya.
Prof.
Dr. A. Shalaby dalam bukunya Sejarah Kebudayaan Islam, telah menjelaskan
sebab-sebab kaum Quraisy menentang dakwah RasulullahSAW, yakni:
1. Kaum
kafir Quraisy, terutama para bangsawannya sangatkeberatan dengan ajaran
persamaan hak dan kedudukan antarasemua orang. Mereka mempertahankan tradisi
hidup berkasta-kasta dalam masyarakat.Mereka juga ingin mempertahankan
perbudakan, sedangkan ajaran Rasulullah SAW (Islam) melarangnya.
2. Kaum
kafir Quraisy menolak dengan keras ajaran Islam tentang adanya kehidupan
sesudah mati yakni hidup di alam kubur dan alam akhirat, karena mereka merasa
ngeri dengan siksa kubur dan azab neraka.
3. Kaum
kafir Quraisy menolak ajaran Islam karena mereka merasa berat meninggalkan
agama dan tradisi hidup bermasyarakat warisan leluhur mereka.
4. Dan
kaum kafir Quraisy menentang keras dan berusaha menghentikan dakwah Rasulullah
SAW karena Islam melarang menyembah berhala.
Faktor lainnya adalah; orang-orang Quraisy
beranggapan bahwa
dengan mengikutiajaran yang disampaikan oleh nabi Muhammad, berarti tunduk
dan menyerahkan pimpinan/ kekuasaan kepada keluarga Bani Abdul Muthalib.Oleh karenanya, para ketua kabilah
takut kehilangan pengaruh
dan kekuasaan mereka.
Perangai orang-orang Quraisy berubah
setelah nabi menyeru untuk mengesakan Allah. Perubahan sikap mereka antara
lain:
1. Yang semula
cinta berganti menjadi benci
2. Yang semula
dekat menjadi jauh
3. Yang semula
memberi pengakuan atas kejujuran beliau berganti menjadi mengejek dan
mencemoohnya.
4. Yang semula
memberi gelar al-amien, berganti mengatakan majnun dan dikatakan
tukang sihir
5. Yang semula
bersahabat dan berkerabat berubah menjadi musuh yang utama.
Usaha-usaha
kaum kafir Quraisy untuk menolak dan menghentikan dakwah Rasulullah SAW
bermacam-macam antara lain:
o Para
budak yang telah masuk Islam, seperti: Bilal, Amr bin Fuhairah, Ummu Ubais
an-Nahdiyah, dan anaknya al-Muammil dan Az-Zanirah, disiksa oleh para
pemiliknya (kaum kafir Quraisy) di luar batas perikemanusiaan.
o Kaum
kafir Quraisy mengusulkan pada Nabi Muhammad SAW agar permusuhan di
antara mereka dihentikan. Caranya suatu saat kaum kafir Quraisy menganut Islam
dan melaksanakan ajarannya. Di saat lain umat Islam menganut agama kaum kafir
Quraisy dan melakukan penyembahan terhadap berhala, dan oleh Allah dijawab
dengan turunnya surat al-Kafirun yang menolak usulan dari kaum kafir.
Dalam
menghadapi reaksi dari kaum kafir, nabi Muhammad mngutus para sahabatnya untuk
berhijrah ke negeri Habasyah.Secara politis hijrah ke Habasyah merupakan
upaya mencari suara politik pada rajayang beragama samawi. Terjadi dua kali
hijrah ke Habsyah,pada hijrah pertama berangkat dua belas orang pria dan empat
orang wanita., yang di pimpin oleh Utsman ibn Affan bersama istrinya Ruqayyah
binti Rasulullah, yang terjadi sekitar tahun 615 M. Setelah dirasa keadaan kota
Makkah telah normal dengan masuknya salah satu pemuka kaum Quraisy, yaitu Umar
bin Khattab, mereka pun kembali ke Makkah untuk menemui nabi Muhammad. Namun,
dugaan mereka meleset, karena ternyata Abu Jahal bertindak labih
kejam.Akhirnya, Rasulullah SAW menyuruh sahabatnya kembali ke Habasyah yang
kedua kalinya.Pada hijrah ke dua berangkat satu rombongan yang terdiri
dari delapan puluh tiga laki-laki dan sebelas orang wanita, dipimpin oleh
Ja’far ibn Abi Thalib. N
v Ajaran islam
periode Makkah.
Ajaran Islam periode Makkah,
yang harus didakwahkan RasulullahSAW di awal kenabiannya adalah sebagai
berikut:
a.
Keesaan Allah SWT
b.
Hari Kiamat sebagai hari pembalasan
c. Kesucian
jiwa
d.
Persaudaraan dan Persatuan
Ø Dakwah di Madinah
Musuh–musuh Islam melontarkan
tuduhan kepada umat Islam, bahwa Islam berkembang dibawah sinar mata pedang /
kekerasan.Tuduhan yang demikian tidak berdasar kenyataan.Dengan dakwah agama
Islam mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hal ini disebabkan oleh beberapa
faktor, yaitu:
1. Ajaran Islam simple, mudah, tidak
memberatkan, tidak banyak tuntutan dan aturan.
2. Prinsip-prinsip dari masyarakat Islam
bersendikan ukhuwah Islamiyah.
3. Islam tersiar luas dan cepat
semata-mata karena Dakwah bi al-Hikmah dari Nabi dan para
sahabat.
Jihad dalam
Islam mempunyai fungsi dan kedudukan:
a. Melindungi dan membela dakwah
dari gangguan.
b. Melindungi masyarakat Islam dankaum
Muslimin.
c. Merupakan tindakan pengamanan.
A.Hasym menyatakan bahwa jihad
menurut Kebudayaan Islam adalah suatu tindakan pengamanan yang bertujuan
perdamaian abadi dalam jangka waktu jauh.Adapun Ruang Lingkup Dakwah
Islamiyah tidak hanya untuk bangsa Arab atau hanya di jazirah Arab
saja.Rasul diangkat sebagai rahmatan lil’alamin, maka dakwah adalah
untuk seluruh umat di dunia. Terbukti sebagaimana yang telah dilakukan Rasul,
setelah menata kehidupan Jazirah Arab secara Islami, Rasul menyeru kepada seluruh
raja-raja, penguasa yang ada disekitar Jazirah Arab, dengan mengirim utusan
yang membawa surat seruan mengikuti dakwah Islamiyah.Menurut Tarikh Ibnu Hisyam
dan Tarikh al-Thabari, surat-surat dari Nabi itu dikirim kepada:
a) Heraclius, Kaisar Romawi, yang
diantar oleh duta atau utusan dibawah pimpinan Dakhiyah ibn Khalifah al-Kalby
al-Khazraji.
b) Kisra Persi, yang dibawa oleh
perutusan dibawah pimpinan Abdullah ibn Huzaifah al Sahmy.
c) Negus, Maharaja Habsyah, yang diantar
oleh perutusan dibawah pimpinan Umar Ibn Umayyah al-Dlamary.
d) Maqauqis, Gubernur Jendral Romawi untuk
wilayah Mesir, disampaikan oleh Khatib ibn Abi Baltaah al-Lakhmy.
e) Hamzah ibn Ali al-Hanafi, Amir negri
Yamamah, diantar perutusan dipimpin Sulaith ibn Amr al-Amiry.
f) Al-Haris ibn Abi Syamr, Amir
Ghassan, dibawa oleh Syuja’ibn Wahab.
g) Al-Mundzir ibn Sawy, Amir Ghassan,
dibawa oleh Syuja’ibn Wahab.
h) Duaputera al-Jalandy, Jifar dan Ibad,
yang dibawa oleh Amr ibn Ash.
II.2 Perjuangan sulit dan melelahkan
fase Makkah
Perjuagan
yang sulit dan melelahkan terjadi pada tahun ke-5 sejarah dakwah Rasulullah SAW. Di Mekah, bangsa Quraisy
dengan segala upaya berusaha melumpuhkan gerakan Muhammad SAW. Hal ini
dibuktikan dengan pemblokiran terhadap Bani Hasyiim dan Bani Muthalib (keluarga
besar Muhammad SAW.). beberapa pemblokiran tersebut antara lain :
a.
Memutuskan hubungan perkawinan.
b.
Memutuskan hubungan jual beli.
c.
Memutuskan hubungan ziarah-menziarahi.
d.
Tidak ada tolong menolong.
Pemblokiran
itu tertulis di atas selembar sahifah atau plakat yang digantungkan di Kakbah
dan tidak akan dicabut sebelum Muhammad SAW. Menghentikan gerakannya selama
tiga tahun lamanya Bani Hasyim dan Bani Muthalib menderita kemiskinan akibat
pemblokiran. Banyak pengikut Rasulullah yang menyingkir ke luar kota Mekah
untuk mempertahankan hidup untuk menyelamatkan diri. Ujian bagi Rasulullah SAW
Juga bertambah berat dengan wafatnya dua orang yang sangat dicintainya, yaitu
pamannya, Abu Thalib dalam usia 87 tahun dan istrinya, yaitu Khadijah.
Peristiwa
tersebut yang terjadi pada tahun ke-10 dari masa kenabian (620 M) dalam sejarah
disebut Amul Huzni (tahun kesedihan atau tahun duka cita).Dengan meninggalnya
dua tokoh tersebut orang Quraisy makin berani dan leluasa mengganggu dan
menghalangi Rasulullah SAW.Mereka berani melempar kotoran ke punggung Nabi,
bahkan Beliau hampir meninggal karena ada orang yang hendak mencekiknya.
NabiMuhammad SAW. Merasakan bahwa dakwah di Mekah tidak lagi sesuai sebagai
pusat dakwah Islam. Oleh karena itu, Beliau bersama Zaid bin Haritsah pergi
hijrah ke Thaif untuk berdakwah. Ajaran Rasulullah itu ditolak dengan kasar,
bahkan mereka pun mengusir, menyoraki, dan mengejar Rasulullah sambil di
lempari dengan batu.Saat itu Rasulullah SAW.sempat berlindung di kebun anggur
milik Utba dan Syaiba (anak Rabia). Meski demikian terluka, Rasulullah SAW tetap
sabar dan berlapang dada serta ikhlas.Kesulitan dan hambatan yang terus-menerus
menimpa Muhammad SAW, dan pengikutnya dihadapi dengan sabar dan tawakal. Saat
mengahadapi ujian yang berat dan tingkat perjuangan sudah berada pada
puncaknya, Rasulullah SAW. di perintahkan oleh Allah SWT untuk menjalani Isra
dan Mi’raj dari Mekah menuju ke Baitul Maqdis di Palestina, dan selanjutnya
naik ke langit hingga ke Sidratul Muntaha
Kejadian Isra dan Mi’raj terjadi pada malam 17 rajab
tahun ke-11 dari kenabiannya (sekitar 621 M) di tempuh dalam waktu satu
malam.Hikmah Allah Swt. Dari peristiwa isra dan mi’raj antar lain sebagai
berikut:
1. Karunia
dan keistimewaan tersendiri bagi Nabi Muhammad SAW. Yang tidak pernah diberikan
Allah SWT.Kepada manusia dan nabi-nabi sebelumnya.
2. Memberikan
penambahan kekuatan iman keyakinan Beliau sebagai rasul untuk terus menyerukan
agama Allah SWT kepada seluruh umat manusia.
3. Menjadi
ujian bagi kaum muslimin sendiri sejauh mana mereka beriman dan percaya kepada
kejadian yang menakjubkan itu yang hanya ditempuh dalam waktu semalam.
Peristiwa ini dijadikan
olok-olok oleh kaum Quraisy dan menuduh Nabi Muhammad SAW sudah gila. Meski
demikian, ada orang yang beriman atau percaya terhadap kejadian ini,yaitu Abu
Bakar sehingga nama Beliau ditambahkan dengan gelar As Shiddiq.
11.3Pembentukan Negara Islam di Madinah
Pembentukan sistem sosial
kemasyarakatan
Peradaban atau kebudayaan pada masa
Rasulullah SAW.Yang paling dahsyat adalah perubahan sosial.Suatu perubahan
mendasar dari masa kebobrokan moral menuju moralitas yang beradab.Dalam tulisan
Ahmad Al-Husairy, diuraikan bahwa peradaban pada masa Nabi dilandasi dengan
asas-asas yang diciptakan sendiri oleh Muhammad di bawah bimbingan
wahyu.Diantaranya sebagai berikut.
1. Pembangunan Masjid Nabawi
Dikisahkan bahwa unta tunggangan
Rasulullah berhenti disuatu tempat maka Rasulullah memerintahkan agar di tempat
itu dibangun sebuah masjid.Rasulullah ikut serta dalam pembangunan masjid
tersebut.Beliau mengangkat dan memindahkan batu-batu masjid itu dengan
tangannya sendiri.Saat itu, kiblat dihadapkan ke Baitul Maqdis.Tiang masjid
terbuat dari batang kurma, sedangkan atapnya dibuat dari pelepah daun
kurma.Adapun kamar-kamar istri beliau dibuat di samping masjid.Tatkala
pembangunan selesai, Rasulullah memasuki pernikahan dengan Aisyah pada bulan
Syawal.Sejak saat itulah, Yastrib dikenal dengan Madinatur Rasul atau Madinah
Al-Munawwarah.Kaum muslimin melakukan berbagai aktivitasnya di dalam masjid
ini, baik beribadah, belajar, memutuskan perkara mereka, berjual beli maupun
perayaan-perayaan.Tempat ini menjadi factor yang mempersatukan mereka.
2. Persaudaraan antara Kaum Muhajirin
dan Anshar.
Dalam Negara islam yang baru
dibangun itu, Nabi meletakan dasar-dasarnya untuk menata kehidupan sosial dan
politik. Dikukuhkannya ikatan persaudaraan (Ukhwah Islamiyah) antara golongan
Anshar dan Muhajirin, dan mempersatukan suku Aus dan Khazraj yang telah lama
bermusuhan dan bersaing. (Supriyadi,2008:63).
Ikatan persaudaraan Anshar dan
Muhajirin melebihi ikatan persaudaraan karena pertalian darah, sebab ikatannya
berdasar iman. Terbukti apa yang dimiliki Anshar disediakan penuh untuk
saudaranya Muhajirin. Sebagaimana firman Allah; dalam surat Al Hasyr [59] ayat
9. ( Subarman. 2008: 35).
Rasulullah mempersaudarakan di
antara kaum muslimin.Mereka kemudian membagikan rumah yang mereka miliki,
bahkan juga istri-istri dan harta mereka.Persaudaraan ini terjadi lebih kuat
daripada hanya persaudaraan yang berdasarkan keturunan.Dengan persaudaraan ini,
Rasulullah telah menciptakan sebuah kesatuan yang berdasarkan agama sebagai
pengganti dari persatuan yang berdasarkan kabilah. (Supriyadi,2008:63).
3. Kesepakatan untuk Saling Membantu
antara Kaum Muslimin dan non Muslimin
Di Madinah, ada tiga golongan
manusia, yaitu kaum muslimin, orang-orang arab, serta kaum non muslim, dan
orang-orang yahudi (Bani Nadhir, Bani Quraizhah, dan Bani Qainuqa’). Rasulullah
melakukan satu kesepakatan dengan mereka untuk terjaminnya sebuah keamanan dan
kedamaian.Juga untuk melahirkan sebuah suasana saling membantu dan toleransi
diantara golongan tersebut.
4. Peletakan Asas-asas Politik, Ekonomi,
dan Sosial
Islam adalah agama dan sudah
sepantasnya jika di dalam Negara diletakkan dasar-dasar Islam maka turunlah
ayat-ayat Al-Quran pada periode ini untuk membangun legalitas dari sisi-sisi
tersebut sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah dengan perkataan dan
tindakannya. Hidupla kota Madinah dalam sebuah kehidupan yang mulia dan penuh
dengan nilai-nilai utama. Terjadi sebuah persaudaraan yang jujur dan kokoh, ada
solidaritas yang erat diantara anggota masyarakatnya.Dengan demikian berarti
bahwa inilah masyarakat Islam pertama yang dibangun Rasulullah dengan
asas-asasnya yang abadi.
Secara sistematik proses peradaban
yang dilakukan oleh Nabi pada masyarakat Islam di Yatsrib menjadi Madinah (Madinat
Ar-Rasul, Madinah An-Nabi, atau Madinah Al-Munawwarah). Perubahan nama
yang bukan terjadi secara kebetulan, tetapi perubahan nama yang menggambarkan
cita-cita Nabi Muhammad Saw, yaitu membentuk sebuah masyarakat yang tertib dan
maju, dan berperadaban; kedua, membangun masjid. Masjid bukan hanya dijadikan
pusat kegiatan ritual shalat saja, tetapi juga menjadi sarana penting untuk
mempersatukan kaum muslimin dengan musyawarah dalam merundingkan
masalah-masalah yang dihadapi.Disamping itu, masjid juga menjadi pusat kegiatan
pemerintahan; ketiga Nabi Muhammad Saw membentuk kegiatan Mu’akhat
(persaudaraan), yaitu mempersaudarakan kaum Muhajirin (orang-orang yang hijrah
dari Makkah ke Yatsrib) dengan Anshar (orang-orang yang menerima dan membantu
kepindahan Muhajirin di Yatsrib).Persaudaraan diharapkan dapat mengikat kaum
muslimin dalam satu persaudaraan dan kekeluargaan. Nabi Muhammad Saw membentuk
persaudaraan yang baru, yaitu persaudaraan seagama, disamping bentuk
persaudaraan yang sudah ada sebelumnya, yaitu bentuk persaudaraan berdasarkan
darah; keempat, membentuk persahabatan dengan pihak-pihak lain yang tidak
beragama Islam; dan kelima Nabi Muhammad Saw membentuk pasukan tentara untuk
mengantisipasi gangguna-gangguan yang dilakukan oleh musuh. ( Supriyadi. 2008:
64).
A. Bidang
Politik
Selanjutnya, Nabi Saw. Merumuskan piagam
yang berlaku bagi seluruh pendudukan Yatsrib, baik orang muslim maupun non
muslim (Yahudi). Piagam inilah yang oleh Ibnu Hasyim disebut sebagai
Undang-undang Dasar Negara Islam (Daulah Islamiyah) yang pertama.
1) Setiap kelompok mempunyai pribadi
keagamaan dan politik. Adalah hak kelompok, menghukum orang yang membuat
kerusakan dan memberi keamanan kepada orang patuh.
2) Kebebasan
beragama terjamin buat semua warga Negara.
3) Adalah kewajiban penduduk madinah,
baik kaum muslimin maupun bangsa Yahudi, untuk saling membantu, baik secara
moril atau materil. Semuanya dengan bahu membahu harus menangkis setiap
serangan terhadap kota Madinah.
Rasulullah adalah kepala Negara bagi
penduduk Madinah.Kepada Beliaulah segala perkara dibawa dan segala perselisihan
yang besar diselesaikan. Munawir Syadzali ( Mantan Menteri Agama RI)
menyebutkan bahwa dasar-dasar kenegaraan yang terdapat dalam piagam Madinah
adalah: pertama, Umat Islam merupakan satu komunitas (ummat) meskipun
berasal dari suku yang beragam; dan kedua, hubungan antara sesama anggota
komunitas Islam, dan antara anggota komunitas islam dengan komunitas-komunitas
lain didasarkan atas prinsip-prinsip: (a) bertetangga baik, (b) saling membantu
dalam menghadapi musuh bersama, (c) membela mereka yang dianiaya, (d) saling
menasehati, dan (e) menghormati kebebasan beragama.
B. Sistem
Ekonomi
Seperti di madinah merupakan negara
yang baru terbentuk dengan kemampuan daya mobilitas yang sangat rendah dari
sisi ekonomi.Oleh karena itu, peletakan dasar-dasar sistem keuangan negara yang
di lakukan oleh Rasulullah Saw.merupakan langkah yang sangat signifikan
sekaligus berlian dan spektakuler pada masa itu, sehingga Islam sebagai sebuah
agama dan negara dapat berkembang dengan pesat dalam jangka waktu yang relatif
singkat.
Sistem ekonomi yang diterapkan oleh
Rasulullah Saw.dari prinsip-prinsip Qur’ani. Al Quran yang merupakan sumber
utama ajaran Islam telah menetapkan berbagai aturan sebagai hidayah
(petunjuk) bagi umat manusia dalam aktivitas disetiap aspek kehidupannya,
termasuk dibidang ekonomi.
Prinsip Islam yang paling mendasar
adalah kekuasaan tertinggi hanya milik Allah semata dan manusia diciptakan
sebagai khalifah-Nya di muka bumi.Dalam pandangan Islam, kehidupan manusia
tidak bisa dipisahkan menjadi kehidupan ruhiyah dan jasmaniyah, melainkan
sebagai satu kesatuan yang utuh yang tidak terpisahkan, bahkan setelah
kehidupan dunia ini. Dengan kata lain, Islam tidak mengenal kehidupan yang
hanya memikirkan materi duniawi tanpa memikirkan kehidupan akhirat.
Sumber Pendapatan Negara antara lain:
1. Uang tebusan untuk para tawanan
perang (hanya khusus pada perang lain tidak disebutkan jumlah uang tebusan
tawanan perang).
2. Pinjaman-pinjaman (setelah penaklukan
kota Mekkah) untuk pembayaran uang pembebasan kaum muslimin dari
Judhayma/sebelum pertemuan Hawazin 30.000 dirham ( 20.000 dirham menurut
Bukhari) dari Abdullah bin Rabiya dan pinjaman beberapa pakaian dan hewan-hewan
tunggangan dari Sufiyan bin Umayyah (sampai waktu itu tidak ada perubahan).
3. Khums atas rikaz harta
karun temuan pada periode sebelum Islam.
4. Amwal fadillah yaitu
harta yang berasal dari harta benda kaum muslimin yang meninggal tanpa ahli
waris, atau berasal dari barang-barang seorang muslim yang meninggalkan negrinya.
5. Wakaf yaitu harta benda
yang didedikasikan oleh seorang muslim untuk kepentingan agama Allah dan
pendapatnya akan disimpan di Baitul Mal.
6. Nawaib yaitu pajak khusus
yang dibedakan kepada kaum muslimin yang kaya raya dalam rangka menutupi
pengeluaran negara selama masa darurat.
7. Zakat Fitrah
8. Bentuk lain sedekah seperti hewan
qurban dan kifarat. Kifarat adalah denda atas
kesalahan yang dilakukan oleh seorang muslim pada saat melakukan ibadah.
9. Ushr
10. Jizyah yaitu pajak yang dibebankan kepada orang
non muslim.
11. Kharaj yaitu pajak tanah yang dipungut dari kaum
non muslim ketika wilayah khaibar ditaklukan.
12. Ghanimah yaitu harta rampasan perang.
13. Fa’i.
C. Bidang
Militer
Peperangan yang terjadi pada masa Rasul membawa akibat perkembangan Islam dan
kebudayaan Islam. Peperangan pada masa Rasul terdiri dari:
1) Ghazwah; yaitu peperangan
yang dipimpin langsung oleh Rasul sendiri. Peperangan ini terjadi dua puluh
tujuh kali.
2) Syariah; yaitu peperangan
yang dipimpin oleh para sahabat untuk memimpinnya, peperangan ini terjadi tiga
puluh delapan kali.
Peperangan yang dilakukan Rasul mempunyai nilai dan arti bagi pembinaan
ummat. Nilai dan arti yangterkandung antara lain:
1) Gazwatu furqan; yaitu
peperangan yang menentukan mana yang hak dan bathil, seperti Perang Badar.
sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Anfal ayat 41.
“Dan
ketahuilah, bahawa apa sahaja yang kamu dapati sebagai harta rampasan perang,
maka sesungguhnya satu perlimanya (dibahagikan) untuk (jalan) Allah dan untuk
RasulNya dan untuk kerabat (Rasulullah) dan anak-anak yatim dan orang-orang
miskin, serta ibnus-sabil (orang musafir yang keputusan), jika kamu beriman
kepada Allah dan kepada apa yang telah diturunkan oleh Kami (Allah) kepada
hamba Kami (Muhammad) pada Hari Al-Furqan, iaitu hari bertemunya dua angkatan
tentera (Islam dan kafir, di medan perang Badar) dan (ingatlah) Allah Maha
Kuasa atas tiap-tiap sesuatu”.
2) Adabiyah al-Hujum; yaitu
peperangan untuk membela diri seperti perang Khandak.
3) Untuk perdamaian; seperti perjanjian
Hudaibiyah.
4) Kewaspadaan; seperti perang Mukt‘ah.
5) Taktik menakut-nakuti; seperti Fathu
Makkah.
6) Penyiaran Agama Islam; seperti Perang
Hunain.
7) Konsolidasi, agar Negara menjadi
bersatu dan kuat seperti Thaif.
8) Pengabdian kepada Tuhan; seperti
Perang Tabuk
Peperangan yang terjadi pada masa
Nabi bertujuan untuk melindungi, mengamankan dakwah Islam dari gangguan
orang-orang kafir, melindungi dan mempertahankan masyarakat / daulah Islamiyah,
membentuk masyarakat yang Islami. (Subarman,2008: 37-38).
II.4 Peperangan Penting Masa Nabi
Peperangan-peperangan yang dilakukan
Rasulullah dilakukan dengan tujuan untuk meninggikan kalimat
Allah.Peperangan-peperangan yang dilakukan oleh beliau semuanya didahului
dengan musyawarah dengan para sahabat-sahabat beliau.Rasulullah mempersiapkan
peperangan setelah mengetahui kondisi musuh dari mata-mata yang sudah disiapkan
oleh beliau, dan beliau mempersiapkan strategi yang berbeda-beda sesuai dengan
kondisi musuh-musuh beliau.Rasulullah juga mengajarkan kepada kita untuk
bersabar terhadap musuh yang memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat dan tidak
boleh semena-mena terhadap musuh yang sudah tidak berdaya. Dintara peperangan
tersebut adalah:
1.
Perang
Badar (17 Ramadan 2 H)
Perang
Badar terjadi di Lembah Badar, 125 km selatan Madinah. Perang Badar merupakan
puncak pertikaian antara kaum muslim Madinah dan musyrikin Quraisy Mekah.
Peperangan ini disebabkan oleh tindakan pengusiran dan perampasan harta kaum
muslim yang dilakukan oleh musyrikin Quraisy. Selanjutnya kaum Quraisy terus
menerus berupaya menghancurkan kaum muslim agar perniagaan dan sesembahan
mereka terjamin. Dalam peperangan ini kaum muslim memenangkan pertempuran
dengan gemilang. Tiga tokoh Quraisy yang terlibat dalam Perang Badar adalah
Utbah bin Rabi"ah, al-Walid dan Syaibah. Ketiganya tewas di tangan tokoh
muslim seperti Ali bin Abi Thalib. Ubaidah bin Haris dan Hamzah bin Abdul
Muthalib. adapun di pihak muslim Ubaidah bin Haris meninggal karena terluka.
2.
Perang
Uhud (Syakban 3 H)
Perang Uhud terjadi di Bukit Uhud. Perang Uhud
dilatarbelakangi kekalahan kaum Quraisy pada Perang Badar sehingga timbul
keinginan untuk membalas dendam kepada kaum muslim. Pasukan Quraisy yang
dipimpin Khalid bin Walid mendapat bantuan dari kabilah Saqib, Tihamah, dan
Kinanah. Nabi Muhammad SAW segera mengadakan musyawarah untuk mencari strategi
perang yang tepat dalam menghadapi musuh. Kaum Quraisy akan disongsong di luar
Madinah. Akan tetapi, Abdullah bin Ubay membelot dan membawa 300 orang Yahudi
kembali pulang. Dengan membawa 700 orang yang tersisa, Nabi SAW melanjutkan
perjalanan sampai ke Bukit Uhud.Perang Uhud dimulai dengan perang tanding yang
dimenangkan tentara Islam tetapi kemenangan tersebut digagalkan oleh godaan
harta, yakni prajurit Islam sibut memungut harta rampasan. Pasukan Khalid bin
Walid memanfaatkan keadaan ini dan menyerang balik tentara Islam. Tentara Islam
menjadi terjepit dan porak-poranda, sedangkan Nabi SAW sendiri terkena serangan
musuh.Pasukan Quraisy kemudian mengakhiri pertempuran setelah mengira Nabi SAW
terbunuh. Dalam perang ini, Hamzah bin Abdul Muthalib (paman Nabi SAW)
meninggal terbunuh.
3.
Perang
Khandaq (Syawal 5 H)
Lokasi Perang Khandaq adalah di sekitar kota Madinah bagian
utara. Perang ini juga dikenal sebagai Perang Ahzab (Perang Gabungan).Perang
Khandaq melibatkan kabilah Arab dan Yahudi yang tidak senang kepada Nabi
Muhammad SAW.Mereka bekerjasama melawan Nabi SAW. Di samping itu, orang Yahudi
juga mencari dukungan kabilah Gatafan yang terdiri dari Qais Ailan, Bani
Fazara, Asyja", Bani Sulaim, Bani Sa"ad dan Ka"ab bin Asad.
Usaha pemimpin Yahudi, Huyay bin Akhtab, membuahkan hasil. Pasukannya berangkat
ke Madinah untuk menyerang kaum muslim. Berita penyerangan itu didengar oleh
Nabi Muhammad SAW. Kaum muslim segera menyiapkan strategi perang yang tepat
untuk menghasapo pasukan musuh. Salman al-Farisi, sahabat Nabi SAW yang
mempunyai banyak pengalaman tentang seluk beluk perang, mengusulkan untuk
membangun sistem pertahanan parit (Khandaq).Ia menyarankan agar menggali parit
di perbatasan kota Madinah, dengan demikian gerakan pasukman musuh akan
terhambat oleh parit tersebut. Usaha ini ternyata berhasil menghambat pasukan
musuh.
4.
Perang
Khaibar (7 H)
Lokasi perang ini adalah di daerah Khaibar.Perang Khaibar
merupakan perang untuk menaklukkan Yahudi.Masyarakat Yahudi Khaibar paling sering
mengancam pihak Madinah melalui persekutuan Quraisy atau Gatafan.Pasukan
muslimin yang dipimpin Nabi Muhammad SAW menyerang benteng pertahanan Yahudi di
Khaibar. Pasukan muslim mengepung dan memutuskan aliran air ke benteng Yahudi.
Taktik itu ternyata berhasil dan akhirnya pasukan muslim memenangkan
pertempuran serta menguasai daerah Khaibar. Pihak Yahudi meminta Nabi SAW untuk
tidak mengusir mereka dari Khaibar. Sebagai imbalannya, mereka berjanji tidak
lagi memusuhi Madinah dan menyerahkan hasil panen kepada kaum muslim.
5. Perang Mu"tah (8 H)
Perang ini terjadi karena Haris
al-Ghassani raja Hirah, menolak penyampaian wahyu dan ajakan masuk Islam yang
dilakukan Nabi Muhammad SAW. Penolakan ini disampaikan dengan cara membunuh
utusan Nabi SAW. Nabi SAW kemudian mengirimkan pasukan perang di bawah pimpinan
Zaid bin Harisah. Perang ini dinamakan Perang Mu"tah karena terjadi di
desa Mu"tah, bagian utara Semenanjung Arabia. Pihak pasukan muslim
mendapat kesulitan menghadapi pasukan al-Ghassani yang dibantu pasukan
Kekaisaran Romawi. Beberapa sahabat gugur dalam pertempuran tersebut, antara
lain Zaid bin Harisah sendiri. Akhirnya Khalid bin Walid mengambil alih komando
dan menarik pasukan muslim kembali ke Madinah. Kemampuan Khalin bin Walid
menarik pasukan muslimin dari kepungan musuh membuat kagum masyarakat wilayah
tersebut. Banyak kabilah Nejd, Sulaim, Asyja", Gatafan, Abs, Zubyan dan
Fazara masuk Islam karena melihat keberhasilan dakwah Islam.
6. Perang Hunain ( 8 Safar 8 H)
Perang Hunain berlangsung antara
kaum muslim melawan kaum Quraisy yang terdiri dari Bani Hawazin, Bani Saqif,
Bani Nasr dan Bani Jusyam. Perang ini terjadi di Lembah Hunain, sekitar 70 km
dari Mekah.Perang Hunain merupakan balas dendam kaum Quraisy karena peristiwa
Fath al-Makkah.Pada awalnya pasukan musuh berhasil mengacaubalaukan pasukan
Islam sehingga banyak pasukan Islam yang gugur.Nabi SAW kemudian menyemangati
pasukannya dan memimpin langsung peperangan. Pasukan muslim akhirnya dapat memenangkan
pertempuran tersebut.
7. Perang Ta"if (8 H)
Pasukan muslim mengejar sisa pasukan
Quraisy, yang melarikan diri dari Hunain, sampai di kota Ta"if. Pasukan
Quraisy bersembunyi dalam benteng kota yang kokoh sehingga pasukan muslimin
tidak dapat menembus benteng. Nabi Muhammad SAW mengubah taktik perangnya
dengan memblokade seluruh wilayah Ta"if.Pasukan muslimin kemudian membakar
ladang anggur yang merupakan sumber daya alam utama penduduk Ta"if.
Penduduk Ta"if pada akhirnya menyerah dan menyatakan bergabung dengan
pasukan Islam.
8. Perang Tabuk (9 H)
Lokasi perang ini adalah kota Tabuk,
perbatasan antara Semenanjung Arabia dan Syam (Suriah). Adanya peristiwa
penaklukan kota Mekah membuat seluruh Semenanjung Arabia berada di bawah
kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Melihat kenyataan itu, Heraklius, penguasa Romawi
Timur, menyusun pasukan besar untuk menyerang kaum muslim. Pasukan muslimin
kemudian menyiapkan diri dengan menghimpun kekuatan yang besar karena pada masa
itu banyak pahlawan Islam yang menyediakan diri untuk berperang bersama Nabi
SAW.Pasukan Romawi mundur menarik diri setelah melihat besarnya jumlah pasukan
Islam.Nabi SAW tidak melakukan pengejaran tetapi berkemah di Tabuk.Di sini Nabi
SAW membuat perjanjian dengan penduduk setempat sehingga daerah perbatasan
tersebut dapat dirangkul dalam barisan Islam.
9. Perang Widan (12 Rabiulawal 2 H)
Perang ini terjadi di Widan, sebuah
desa antara Mekah dan Madinah.Rasulullah SAW memimpin pasukan muslimin
menghadang kafilah Quraisy.Pertempuran fisik tidak terjadi karena kafilah
Quraisy lewat di daerah tersebut.Rasulullah SAW selanjutnya mengadakan
perjanjian kerjasama dengan Bani Damrah yang tinggal di rute perdagangan
kafilah Quraisy di Widan. Kesepakatan tersebut berisi kesanggupan Bani Damrah
untuk membantu kaum muslim apabila dibutuhkan.
Demikianlah artikel mengenai sejarah peperangan yang dipimpin langsung oleh Nabi Muahammad SAW dalam menegakkan kalimah Allah di Bumi ini, semoga artikel ini tentunya dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua
Demikianlah artikel mengenai sejarah peperangan yang dipimpin langsung oleh Nabi Muahammad SAW dalam menegakkan kalimah Allah di Bumi ini, semoga artikel ini tentunya dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua
BAB III
PENUTUP
Simpulan
Dari
pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwasannya masa nabi Muhammad Saw
terbagi menjadi dua fase (priode) yaitu Fase Makkah dan Madinah.Pada fase
Makkah lebih ditekankan hanya pada bidang Dakwah, karena ini adalah masa-masa
awal kelahiran agama Islam.Dakwah yang dilakukan oleh Nabi pada Fase ini
terbagi menjadi dua yaitu secara sembunyi-sembunyi dean secara terang-terangan.
Pada fase
Madinah ada beberapa bidang yang dikembangkan sebagai wujud dari upaya Nabi
untuk membentuk Negara Islam diantaranya yaitu pembentukan sisitem sosial
kemasyarakatan, militer, politik, dakwah, ekonomi, dan sumber pendapatan
Negara. Pada fase ini Islam menjadi agama yang dipeluk oleh seluruh Jazirah
Arab, sebagai tanda keberhasilan dakwah Nabi Muhammad.
DAFTAR
PUSTAKA
Muhammad Husen Haikal .
1990. Sejarah Hidup Muhammad. Jakarta:
Litera antarnusa.
A.Syalabi.2000.Sejarah dan Kebudayaan Islam.Jakarta
:PT.Al-Husna Zikra.
Drs.Samsul Munir
Amin.2009.Sejarah Peradaban Islam.Jakarta
:AMZAH
Dr. Badri Yatim,
M.A.2013.Sejarah Peradaban Islam.Jakarta:
Rajawali Pers
http://Permata PAI
1.blogspot.com/2014/03/Masa-nabi-Fase-Makkah-dan-Madinah.html
http://Amal1st.blogspot.com/2011/01/Peperangan-Penting-Masa-Nabi.html
http://Irawanridha.blogspot.com/2012/11/Sejarah-Dakwah-Rasullulah-SAW-Pada.html
http://Pengetahuanagama.blogspot.com/2011/07/Pembentukan-Negara-Islam-Di-Madinah.html
http://Filda-Arim.blogspot/2013/10/Dakwah-dan-Perjuangan-Nabi-Muhammad-SAW.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
anda komentar anda hidup...okey